KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkapkan bahwa tingkat kesiapan untuk tahapan pemilihan kepala daerah (*Pilkada*) yang akan berlangsung pada 27 November 2024 telah mencapai 80 persen. Ketua KPU Sultra, Asril, menyatakan, "Kami di KPU sudah berhasil menyelesaikan sekitar 80 persen dari tahapan-tahapan Pilkada 2024." Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi yang berlangsung di Kendari pada hari Selasa. Asril menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 201 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, Pemilihan kepala daerah secara serentak diadakan pada 27 November 2024. Ia juga menambahkan bahwa KPU telah menerima pendaftaran dari berbagai bakal calon untuk posisi gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota selama periode pendaftaran yang berlangsung pada 27 hingga 29 Agustus 2024. Dalam konteks pemilihan kepala daerah, Asril mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di Bumi Anoa untuk aktif mendatangi tempat pemungutan suara (*TPS*) guna menyalurkan hak pilih mereka. Ia menekankan pentingnya partisipasi pemilih dalam menentukan pemimpin mereka, baik pada tingkat gubernur dan wakil gubernur maupun pada tingkat bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota. Lebih lanjut, Asril menyebutkan bahwa pada 15 September 2024, KPU telah menyelesaikan proses klarifikasi dan verifikasi terhadap semua bakal calon. Selanjutnya, KPU akan menggelar rapat pleno tertutup untuk menetapkan siapa saja yang akan menjadi calon resmi untuk posisi gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota pada 22 September 2024. Setelah proses penetapan calon, pada 23 September 2024, KPU akan melakukan pengundian nomor urut bagi pasangan calon. Ada empat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sultra yang telah mendaftar di kantor KPU Sultra, sehingga pengundian ini sangat penting untuk penentuan nomor urut mereka. Kemudian, pada 24 September 2024, KPU Sultra akan mengadakan deklarasi damai sebagai wujud komitmen semua bakal calon untuk menjaga kedamaian dan keamanan selama proses pemilu. Asril menegaskan, "Perbedaan pilihan dalam pemilu itu wajar, tetapi mari kita utamakan kondusivitas dan keamanan di daerah kita, Sultra." ANTARA