**Borneonews - Istanbul**, China menyoroti bahwa kegagalan dalam mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza, yang merupakan wilayah kantong Palestina yang saat ini berada dalam kepungan Israel, ditujukan sebagai tanggung jawab Amerika Serikat (AS).
Duta Besar China untuk PBB, Geng Shuang, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Senin lalu. Ia menyatakan, "Seandainya AS tidak terus-menerus melindungi salah satu pihak dalam konflik ini, maka berbagai resolusi yang telah disiapkan oleh dewan ini tidak akan ditolak dan tidak akan menghadapi tantangan seperti saat ini."
Lebih lanjut, Geng mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perang yang berlangsung antara Israel dan Gaza yang sudah hampir memasuki tahun kedua. Ia menegaskan, "Selama setahun terakhir, walaupun ada seruan global yang mendesak untuk gencatan senjata dan penghentian tindakan brutal, Israel tetap melanjutkan operasi militernya. Ini telah mengakibatkan lebih dari 41.000 warga sipil Palestina kehilangan nyawa."
Dewan Keamanan PBB sebelumnya telah mengadakan pertemuan guna membahas kondisi yang terjadi di Timur Tengah, termasuk isu Palestina, sebagaimana diinformasikan oleh pernyataan dari misi diplomatik China di PBB. Geng Shuang juga menekankan tanggung jawab utama Dewan Keamanan, yaitu untuk "menjaga perdamaian dan keamanan di skala internasional."
Ia melanjutkan dengan pertanyaan retoris, "Mengapa Dewan Keamanan tidak mampu menghentikan tragedi kemanusiaan yang paling parah ini sampai saat ini?" Geng juga menyoroti bahwa jika AS tidak menghalangi, Dewan Keamanan seharusnya dapat mengeluarkan resolusi mendesak untuk gencatan senjata segera setelah konflik meletus.
Geng mendesak AS agar "menunjukkan sikap yang bertanggung jawab" terhadap situasi tersebut. Ia mengajak Washington untuk mengambil langkah konkret yang dapat mendorong Israel untuk segera menghentikan operasi militer di Gaza, demi memberikan kesempatan hidup bagi rakyat Palestina yang telah lama menderita.
Israel telah melanjutkan serangan besar-besaran di Jalur Gaza sejak serangan yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober 2023. Menurut laporan dari otoritas kesehatan Gaza, serangan yang dilakukan oleh Israel telah menyebabkan lebih dari 41.200 orang Palestina tewas, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 95.400 orang lainnya mengalami luka-luka.
ANTARA
China Soroti Tanggung Jawab AS atas Kegagalan Gencatan Senjata di Gaza
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
BMKG: Waspadai Peningkatan Suhu di Siang Hari saat Peralihan Musim
Jangan Nekat Buang Sampah Sembarangan! Kelurahan MB Hilir Siap Tindak Pelanggar
RI-Rusia Jajaki Transfer Teknologi Tingkatkan Pengawasan Obat-makanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







