BATAM –
**Borneonews - Natuna**, Pemerintah Kabupaten Natuna yang terletak di Kepulauan Riau, baru-baru ini melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara pengolahan hasil perikanan yang baik dan sesuai standar. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Bunguran Timur dan diharapkan dapat meningkatan kompetensi warga dalam mengelola sumber daya perikanan. Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan bimtek yang diinisiasi oleh Dinas Perikanan Kabupaten Natuna. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto, mengungkapkan bahwa total peserta yang mengikuti bimbingan teknis ini berjumlah 30 orang. Dari jumlah tersebut, 22 di antaranya merupakan pelaku usaha di bidang pengolahan ikan, tergabung dalam kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) serta Unit Pengolah Ikan (UPI). Sementara itu, tujuh peserta lainnya adalah penyuluh perikanan bantu, dan satu orang berasal dari kelompok masyarakat pengawas. Pelaksanaan bimtek ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 20 September 2024. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah memberikan informasi dan arahan kepada para pelaku usaha perikanan skala mikro dan kecil mengenai proses pengajuan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Dengan memiliki SKP, para pelaku usaha diharapkan dapat menjamin mutu dan keamanan produk olahan mereka. Hadi Suryanto juga menambahkan bahwa pembekalan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan terkait standar pengolahan ikan yang memenuhi syarat sanitasi. Selain itu, bimtek ini bertujuan untuk membantu para pelaku UPI dalam proses pengajuan permohonan penerbitan SKP. Ia optimis bahwa dengan keberadaan SKP, pelaku usaha akan mampu bersaing baik di pasar lokal maupun internasional dengan produk yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi. Saat ini, tercatat ada tiga pelaku usaha pengolahan ikan di Natuna yang telah berhasil mendapatkan SKP. Dengan demikian, diharapkan lebih banyak pelaku usaha lainnya yang dapat menyusul untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produk mereka di masa depan. ANTARA