BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Polsek Kumai mengharapkan uluran tangan dari para dermawan untuk anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Yayasan Ar Rahman, di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Pasalnya, dalam menimba ilmu ke sekolah, mereka diantar dan jemput menggunakan mobil patroli sehari-harinya.
"Kami mengharapkan uluran tangan dari para dermawan untuk Panti Asuhan Yayasan Ar Rahman, karena selama ini kami hanya mampu membantu mengantar dengan menggunakan mobil patroli untuk antarjemput," kata Kapolsek Kumai AKP Hendry, Senin (1/8/2016).
Menurutnya, anak-anak yayasan dan pengurus yayasan, memiliki tekad kuat untuk menimba ilmu di sekolah. Namun karena keterbatasan dana, proses antar jemput pun terpaksa menggunakan kendaran bermotor roda tiga, yang sebenarnya dikhususkan untuk angkut barang saja milik pihak yayasan.
Sebelumnya, pernah terjadi kecelakaan lalulintas (Lakalantas) terhadap anak-anak yayasan yang menyebabkan trauma beberapa anak dan pengurus yayasan.
"Saat itu kapolseknya belum saya, karena ada kecelakaan itu akhirnya Kapolsek Kumai saat itu tergugah hatinya untuk mengantar jemput anak yayasan menggunakan mobik patroli. Kecelakaan saat itu mungkin karena kelebihan beban terjadilah lakalantas itu. Bayangkan saja, dulunya sekitar 15 orang anak-anak yayasan berangkat dan pulang sekolah menggunakan kendaraan roda tiga milik yayasan," ujarnya.
Sehingga atas dasar rasa iba dan tanggungjawab dan sebagai pengayom masyarakat, Kapolsek yang menjabat saat itu menjalin kerjasama dengan Yayasan Ar Rahman dan sampai saat ini terus berlangsung.
"Kerjasama itu sudah berjalan selama tiga tahun ini. Polsek Kumai menggunakan mobil patroli melaksanakan tanggungjawab itu setiap harinya mengantar dan menjemput anak-anak yayasan menggunakan mobil patroli," ungkap Hendry.
Atas dasar itu, Kapolsek berharap ada pihak yang mau menyisihkan rezekinya untuk membantu anak-anak yatim piatu di Yayasan Ar Rahman itu. Tak perlu mewah, cukup memenuhi standar keamanan, kendaraan yang mampu mengantar setiap hari ke sekolah.
"Kita sebagai sesama makhluk Tuhan, tak ada salahnya saling membantu. Paling tidak bantuan itu sebagai bentuk tanggungjawab kita menyelamatkan generasi penerus bangsa. Hargailah keinginan keras mereka untuk menimba ilmu," harapnya. (CECEP HERDI/m))








