**Borneonews - Jakarta**, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia telah mencapai pencapaian signifikan dalam pengumpulan zakat, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp912 miliar hingga bulan September 2024. Jumlah ini mendekati target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp1 triliun, dengan 25 persen di antaranya berhasil diperoleh melalui *kanal digital*.
Menurut Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, yang mengungkapkan hal tersebut dalam acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Teknologi Informasi (IT) Baznas yang diadakan di Jakarta, digitalisasi memegang peranan penting dalam pengumpulan zakat saat ini. Data menunjukkan bahwa dari total zakat yang terkumpul melalui *kanal digital*, sekitar 60 persen diperoleh melalui situs web Baznas yang resmi, yang telah beroperasi sejak tahun 2022.
Rizaludin menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan zakat agar dapat memaksimalkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan dana. Ia menyatakan bahwa saat ini sebanyak 70 persen dana zakat berasal dari individu, yang menunjukkan kebutuhan mendesak akan sistem digital yang mampu menghubungkan *muzaki*, yaitu pemberi zakat, dengan Baznas secara lebih langsung.
Di sisi lain, Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan optimismenya bahwa lembaganya dapat mencapai dana zakat hingga Rp1,2 triliun pada akhir tahun 2024. Ia menyebutkan bahwa digitalisasi juga bertujuan untuk mempercepat pemrosesan pengelolaan zakat, serta memenuhi tuntutan masyarakat mengenai transparansi dan akuntabilitas dana yang dikelola. Program digital ini diharapkan dapat memfasilitasi pengumpulan dan penyaluran zakat lebih optimal, tanpa terfokus pada satu wilayah tertentu.
Noor Achmad menjelaskan bahwa pengumpulan zakat tetap dilakukan oleh Baznas di tingkat wilayah dengan tujuan agar penyaluran dapat langsung menyasar masyarakat setempat, meskipun laporan keseluruhan tetap dikirimkan ke pusat. Untuk mendukung inisiatif tersebut, Baznas menyelenggarakan Rakernis IT yang dihadiri oleh 234 peserta yang mewakili Baznas dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia.
Selain itu, Baznas juga telah meluncurkan Sistem Manajemen Informasi Baznas-Unit Pengumpul Zakat (Simba-UPZ) pada awal bulan September 2024. Sistem ini diharapkan dapat menjadi pondasi dalam pengelolaan zakat secara keseluruhan di Indonesia.
ANTARA
Baznas Kumpulkan Rp912 Miliar Zakat, Target Rp1,2 Triliun 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Komentar (0)
Memuat komentar…







