**Borneonews - Jakarta**, Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menekankan urgensi untuk mengambil langkah-langkah cepat dalam mengatasi permasalahan harga komoditas yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini disampaikan mengingat masih adanya sejumlah komoditas pokok yang dipasarkan di atas ketentuan HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah, salah satunya adalah minyak goreng.
Tomsi berharap bahwa data yang tersedia dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan *action* secara konkret. Dia mengingatkan bahwa daerah-daerah yang harga komoditasnya berada di atas HET harus segera berkoordinasi dengan instansi terkait. Selanjutnya, mereka perlu merumuskan strategi bersama agar harga-harga tersebut dapat disesuaikan dengan HET yang berlaku.
Selain menyoroti pentingnya langkah-langkah untuk mengatasi harga komoditas yang melebihi HET, Tomsi juga menggarisbawahi isu disparitas harga. Fenomena ini terlihat pada komoditas tertentu, seperti kacang kedelai, yang mengalami perbedaan harga yang signifikan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Di beberapa daerah, harga kacang kedelai tercatat sangat tinggi, menciptakan ketidakstabilan yang perlu segera ditangani.
Kemendagri berharap agar kementerian dan lembaga terkait dapat memberikan masukan berharga kepada pihak-pihak yang berperan penting dalam pengelolaan stabilitas harga komoditas. Kerjasama ini diharapkan mencakup pengendalian harga komoditas yang berada di ambang ketidakstabilan, termasuk yang mungkin harganya terlalu rendah.
"Peran dari Bulog mungkin akan sangat diperlukan untuk membantu mengatasi pergeseran harga tersebut, serta dukungan dari kementerian lainnya. Untuk minggu depan, kita berharap agar permasalahan ini dapat berkurang melalui kerjasama yang solid antara kita," pungkas Tomsi.
ANTARA
Urgensi Aksi Cepat Atasi Harga Komoditas di Atas HET
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DPRD Kobar Apresiasi Pasar Murah Pemkab untuk Bantu Warga dan Tekan Inflasi Pangan
BEI Catat Sembilan Perusahaan Antre IPO hingga Oktober 2026
Hidup Normal di Tengah Kabut Asap, Pernikahan Adat Dayak Tetap Berlangsung
Sopir Ditemukan Kejang dan Mulut Berbusa di Dalam Mobil hingga Kaca Kendaraan Dipecahkan
OMC di Kalteng: Delapan Sortie, 5,2 Ton Dry Ice dan 2 Ton NaCl Ditabur dalam Sehari
Ubed Tak Menyangka Bisa Melangkah ke Semifinal French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







