DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali, I Wayan Jarta, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah berfokus untuk mencegah terjadinya kelangkaan komoditas pokok menjelang perayaan Hari Raya Galungan. Dalam pernyataannya di Denpasar, ia menegaskan bahwa walaupun kenaikan harga pada beberapa komoditas pokok tidak dapat dihindari, perhatian utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan barang tersebut. "Tujuan utama kami adalah membantu masyarakat agar tidak mengalami kekurangan. Mengenai fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh pasar, kami tetap melakukan pengecekan di lapangan," ungkap Jarta. Ia juga menambahkan bahwa produk-produk yang sedang dipantau meliputi perlengkapan *upakara*, daging babi, ayam ras, telur, beras, minyak goreng, bawang, dan cabai. Sepekan sebelum Penampahan Galungan, ketersediaan komoditas tersebut masih dalam batas yang aman. Dalam hal harga, Jarta mencatat bahwa daging babi telah mengalami kenaikan sebesar Rp1.000 per kilogram, begitu pula dengan bahan pendukung *upakara* seperti bunga dan daun kelapa. Meskipun demikian, ia menilai kenaikan harga ini belum terlalu signifikan dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada hari Jumat dan Sabtu mendatang. "Kenaikan harga ini lebih dipengaruhi oleh psikologis pasar daripada pasokan yang terbatas. Meskipun pasokan barang dalam jumlah yang cukup, permintaan yang meningkat tetap dapat memicu kenaikan harga," tambahnya. Jarta juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki wewenang untuk mengatur harga di pasar, kecuali untuk produk-produk tertentu yang diatur dalam Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini, kenaikan harga menjelang hari raya terjadi di bawah ambang batas 10 persen. "Ketika pembeli mulai ramai, harga biasanya akan dinaikkan, dan kami tidak dapat melarang praktik tersebut, kecuali untuk barang-barang pokok yang sudah diatur," katanya. Sebagai upaya untuk mengatasi peningkatan psikologis pasar yang seringkali memicu kenaikan harga menjelang Hari Raya Galungan, Pemerintah Provinsi Bali telah mengorganisir pasar murah di tingkat provinsi serta kabupaten/kota. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa distribusi barang tetap lancar, khususnya untuk komoditas pokok. "Tujuan dari pasar murah ini adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa ketersediaan barang-barang yang diperlukan selama hari raya masih dalam keadaan baik, dan harga yang ditawarkan relatif lebih rendah dibandingkan dengan harga di pasar biasa," jelas Jarta. Lebih lanjut, pasar murah juga diharapkan dapat mendorong para pedagang untuk menyadari adanya harga yang lebih kompetitif, sehingga tidak dengan mudah menaikkan harga. "Kami berupaya menyajikan harga yang sesuai dengan harga dari produsen, sehingga hal ini bisa memberikan gambaran kepada pedagang dan masyarakat agar tidak sembarangan dalam menaikkan harga. Dengan adanya pasar murah, masyarakat dapat memiliki patokan harga," ungkapnya. Melalui kesempatan seperti ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap dapat mendidik masyarakat mengenai kondisi ketersediaan produk dan harga di tingkat produsen, sehingga ketika berbelanja di pedagang umum, masyarakat bisa lebih bijak dalam menghitung keuntungan dan kerugian. ANTARA