KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berhasil menghubungkan jaringan listrik di Desa Wontong, yang terletak di Manggarai Barat, dengan jaringan listrik sistem Flores. Melalui interkoneksi ini, masyarakat di desa tersebut kini dapat menikmati akses listrik sepanjang 24 jam. General Manager PLN UIW NTT, Ajrum Karim, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi antara beberapa unit di PLN, yaitu PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Flores, PLN Unit Layanan Pusat Listrik (ULPL) Ende, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Barat, PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores, dan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Labuan Bajo. Sebelum interkoneksi tersebut dilakukan, masyarakat di Desa Wontong hanya menikmati listrik selama 16 jam sehari. Ajrum Karim mengungkapkan bahwa dengan pengoperasian listrik selama 24 jam, keberadaan mesin genset mobile berbahan bakar diesel yang selama ini digunakan untuk menyuplai listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Wontong kini sudah tidak diperlukan lagi. Ini merupakan langkah yang signifikan dalam mendukung usaha PLN dalam program *Net Zero Emission* (NZE) dengan tema De-Dieselisasi, yang ditargetkan untuk tercapai pada tahun 2060. Lebih lanjut, Manager PLN UPK Flores, Tri Handoko, menambahkan bahwa penghentian penggunaan genset mobile ini berkontribusi pada penghematan penggunaan bahan bakar diesel sebanyak 32,8 kiloliter setiap tahunnya. Hal ini berdampak positif dengan pengurangan emisi karbon dioksida (CO2) sebanyak 78,72 ton. Selain itu, PLN juga dapat mengalokasikan penghematan biaya operasional mencapai Rp203 juta per tahun. Kepala Desa Wontong menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada PLN atas peningkatan layanan yang kini beroperasi secara optimal. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pihak desa dan PLN untuk menyediakan akses listrik selama 24 jam sangat didukung oleh masyarakat setempat, mengingat bahwa sebelumnya mereka hanya mendapatkan layanan listrik selama 16 jam yang sangat terbatas. Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Wontong. ANTARA