MEDAN –
**Borneonews - Deli Serdang**, Pelari asal Sumatera Utara, Nella Agustin, telah berhasil mengukir prestasi luar biasa dengan meraih tiga medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024. Keberhasilan ini menambah kebanggaan bagi daerah asalnya, serta menunjukkan kerja keras yang dilakukannya selama ini. Medali emas tersebut diperolehnya melalui tiga kategori; lari 200 meter putri yang dilangsungkan pada tanggal 13 September, lari 400 meter gawang putri pada tanggal 16 September, dan tim lari 4x400 meter mixed yang diadakan pada tanggal 17 September. Pada kategori 4x400 meter mixed, Nella bergabung dengan tim yang terdiri dari Siska Simamora, M. Kahairuddin, dan Ayyub Niti. Mereka meraih emas dalam babak final yang berlangsung di Stadion Madya Atletik Sport Center, Deli Serdang. Menariknya, keberhasilan Nella dalam kategori 200 meter putri dan 400 meter gawang putri tidak hanya membawa pulang medali emas, tetapi juga mencetak rekor baru. Dalam nomor 400 meter gawang putri, Nella berhasil merekam waktu 58,3 detik, yang sekaligus memecahkan rekor nasional serta rekor PON. Rekor nasional sebelumnya dipegang oleh Viera Hetari dari Maluku dengan waktu 59,64 detik pada tahun 2011, sedangkan rekor PON sebelumnya dipegang oleh Maryati dari NTB dengan catatan waktu 60,31 detik. Selain itu, di nomor 200 meter putri, Nella juga mencatatkan waktu 23,61 detik, yang memecahkan rekor atas namanya sendiri yakni 23,63 detik. Waktu tersebut juga memecahkan rekor PON yang sebelumnya dipegang oleh Irene Truitje Joseph dari Maluku dengan catatan waktu 23,98 detik pada tahun 2000. Prestasi yang ditorehkan pelari berusia 21 tahun ini sangat mengesankan, terutama karena ini adalah kali pertama ia mengikuti PON, ajang olahraga terbesar di Indonesia. Terlebih, potensi Nella untuk berprestasi di kancah lebih tinggi seperti Asian Games, Olimpiade, dan kejuaraan dunia masih terbuka lebar. Nella mengungkapkan, untuk mencapai target emas tersebut, saingan terberat baginya adalah diri sendiri. Ia berusaha mengatasi ketakutan untuk berlaga melawan atlet senior lainnya dengan memfokuskan diri pada latihan yang telah dilaluinya. "Saingan terberat itu justru diri sendiri. Tinggal bagaimana bisa mempertahankan waktu yang didapat lalu, jika bisa lebih baik lagi, pasti yakin bisa jadi juara," ungkapnya. Dalam upaya meraih kesuksesan di PON, Nella mengaku berlatih secara rutin dan keras, serta mengurangi waktu libur untuk latihan. Dukungan dari keluarga dan teman-temannya, ditambah motivasi dari pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), sangat berperan dalam keberhasilannya. David Luther, Ketua PASI Sumatera Utara, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian Nella yang masih muda dan memiliki potensi besar. Ia berharap agar Nella dapat terus berprestasi di masa depan, dengan catatan bahwa pencapaian tersebut harus diimbangi dengan latihan yang berkelanjutan dan lebih keras. ANTARA