JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Markas Besar TNI Angkatan Laut sedang mempersiapkan lima orang perwira untuk menjadi calon pengawak (cawak) bagi dua kapal patroli lepas pantai (PPA) yang diperoleh dari galangan kapal asal Italia, Fincantieri. Langkah ini merupakan bagian dari usaha untuk memperkuat jajaran Armada TNI Angkatan Laut. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, menjelaskan bahwa kelima perwira tersebut berasal dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Komando Armada II. Mereka sedang menjalani pelatihan dengan mengikuti pelayaran kapal PPA Italia ITS Raimondo Montecuccoli P432 yang berangkat dari Okinawa, Jepang, menuju Jakarta. Melalui pelayaran ini, para perwira TNI Angkatan Laut memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mengamati operasional maupun peran-peran yang dijalankan oleh kru kapal. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berlayar yang berharga di laut, sekaligus menjadi pengetahuan awal dalam persiapan untuk mengawaki fregat terbesar yang akan bergabung dengan Armada TNI Angkatan Laut. Kelima perwira yang terlibat dalam kegiatan *shiprider* dan *initial familiarization onboard* di ITS Raimondo Montecuccoli terdiri dari Letkol Laut (T) Muhammad Syaikhul Azhar, Mayor Laut (P) Angga Radiansyah, Mayor Laut (P) Agung Susyanto, Mayor Laut (E) Wirawan Hanindito, dan Kapten Laut (P) Rian Sisky Putrantio. *Shiprider* adalah program di mana perwira angkatan laut dari negara tertentu ikut berlayar dengan kapal milik negara mitra, sedangkan *initial familiarization onboard* adalah kegiatan pengenalan operasional dan berbagai peran kapal. Sebagai bagian dari rencana akuisisi, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mengumumkan pada 17 April 2024 pemesanan dua unit kapal patroli lepas pantai yang dapat dimodifikasi menjadi fregat. Kapal pertama direncanakan tiba di Indonesia pada Oktober 2024, sementara kapal kedua akan datang pada April 2025. Kapal PPA Italia ITS Raimondo Montecuccoli berlayar bersama sejumlah kapal perang lainnya, termasuk kapal induk ITS Cavour (C-550) dan fregat Alpino. Mereka melakukan perjalanan dari Yokosuka dan Okinawa dan tiba di Jakarta sebagai bagian dari misi pelayaran Indo-Pasifik yang dilakukan oleh Angkatan Laut Italia. Rombongan kapal tersebut bersandar di Dermaga 300, Tanjung Priok, Jakarta sejak Sabtu lalu (14/9) hingga Selasa. Dalam rangkaian misinya di Jakarta, Angkatan Laut Italia menyelenggarakan sebuah resepsi di atas kapal induk Cavour, yang dihadiri oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali serta pejabat senior lainnya dari Mabes TNI AL. Dalam sambutannya saat acara tersebut, Laksamana Ali menyampaikan keyakinannya bahwa pertemuan semacam ini adalah kesempatan berharga untuk berbagi wawasan dan pengetahuan terutama mengenai kemajuan teknologi dalam pertahanan maritim. Laksamana Ali menekankan pentingnya pertukaran informasi semacam ini untuk memastikan kesiapan angkatan laut dalam menghadapi situasi keamanan yang terus berubah. Ia percaya bahwa interaksi yang dilakukan pada kesempatan ini akan memberikan kontribusi positif bagi tujuan bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. Selain acara resepsi, Angkatan Laut Italia juga membuka akses ke kapal induk Cavour bagi beberapa perwakilan media di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Italia, Giuseppe Berruti Bergotto, menekankan bahwa kunjungan armada kapal perang ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama Angkatan Laut Italia dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Ia mencatat bahwa keberadaan kapal di Jakarta menunjukkan pentingnya Indonesia sebagai salah satu titik acuan strategis bagi Italia di wilayah tersebut. ANTARA