BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rumah milik Gusti M Bayan di jalan Mak Jambek, RT 05, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ludes dilalap api. Senin, (1/8/2016).
Sumber Borneonews menceritakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga pada pukul 11.30 WIB. Warga sekitar yang terkejut melihat asap yang mengepul dan membubung tinggi berlarian mendatangi sumber asap.
Namun karena lokasi kebakaran berada di bantaran Sungai Arut dan terletak di ujung kampung, mesin pemadam portable tidak dapat menjangkaunya. Warga pun tidak bisa berbuat banyak membantu proses pemadaman walaupun sumber air melimpah.
Angin yang bertiup kencang, memicu api membesar, dalam hitungan menit rumah yang terbuat dari material kayu tersebut menyisakan kerangka rumah yang menghitam.
"Kurang dari setengah jam habis satu rumah," kata Suli, warga RT 05, Kelurahan Raja Seberang, di lokasi kebakaran, Senin (1/8/2016).
Ia melanjutkan, karena api cepat membesar, sementara alat pemadam tidak ada, warga hanya menjaga jangan sampai api merembet dan ikut membakar badan jalan jembatan titian. Karena rumah yang terbakar berada tepat di samping jembatan yang merupakan akses transportasi satu-satunya warga.
Saat kebakaran terjadi pemilik rumah, sedang tidak berada di tempat. Tidak satu pun barang-barang yang berada di dalam rumah tidak ikut terbakar, termasuk pakaian dan surat-surat berharga lainnya.
"Tidak satu pun berhasil diselamatkan barang-barangnya hanya selembar pakaian yang melekat di badan," kata Suli.
Sementara itu Ketua RT 04 Nurlina menceritakan, api diduga berasal dari tungku (tempat memasak terbuat dari tanah) yang apinya masih menyala, karena kalau dari arus listrik, tidak mungkin karena rumah tersebut tidak ada listrik. Namun rumah tersebut berdiri menyendiri jauh dari rumah warga lainnya yang rata-rata berdempetan sehingga api tidak meluas.
"Untungnya jauh dari tetangga, kalau tidak bisa merembet kemana-mana," ujar Lina.
Sementara itu, pemadam kebakaran dari Pemkab Kotawaringin Barat tidak dapat menjangkau lokasi, karena selain akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, posisi rumah tersebut berada di tepi bantaran Arut.
Satu alat pemadam yang diangkut melalui getek tidak berfungsi karena api sudah padam dan hanya menyisakan puing-puing.
Akibat kebakaran tersebut, pemilik rumah saat ini menumpang di rumah anaknya yang tidak berapa jauh dari rumahnya yang terbakar. (KOKO SULISTYO/m)








