BANDA ACEH –
**Borneonews - Meulaboh**, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat telah menegaskan bahwa arena cabang olahraga *bola tangan* yang akan dipergunakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024 memiliki standar internasional. Pernyataan ini disampaikan oleh I Gede Agus Asrama, Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia KONI Pusat, saat melakukan pemantauan di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Ia menegaskan bahwa berdasarkan hasil pengamatannya, venue *bola tangan* yang berada di Aceh Barat telah memenuhi kriteria yang ditetapkan secara global. Di antara sarana pendukung yang telah disesuaikan dengan standar internasional di arena ini adalah bagian floring atau lapisan lantai yang digunakan, serta dukungan dari sistem teknis yang berskala internasional. Semua aspek dalam tata kelola venue telah diupayakan agar dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional. Arena *bola tangan* ini terletak di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh, yang dilengkapi dengan fasilitas teknologi informasi (IT) yang memadai. Dengan demikian, tempat ini tidak hanya siap menyelenggarakan pertandingan, tetapi juga dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat lokal. Dalam hal ini, KONI Pusat mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, KONI Aceh Barat, serta pengurus cabang olahraga *bola tangan* di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, dapat berperan aktif dalam merawat fasilitas ini. Salah satu langkah penting yang disarankan adalah dengan mengadakan pelatihan dan pembinaan bagi generasi muda yang tertarik pada olahraga ini. Dengan melakukan pembinaan yang tepat, diharapkan ke depannya Aceh Barat, serta Provinsi Aceh secara keseluruhan, akan mampu menghasilkan atlet-atlet yang tidak hanya handal, tetapi juga profesional dalam cabang olahraga *bola tangan*. Para atlet ini diharapkan dapat berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. "Salah satu kunci keberhasilan PON adalah bagaimana venue yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal setelah acara ini selesai," ungkap I Nyoman Gede Agus Asrama. ANTARA