BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 20 siswa dari Provinsi Bali datang di Palangka Raya, Senin (1/8/2016). Mereka yang berlatar dari berbagai sekolah di Pulau Dewata itu datang dan diajak mengenali budaya dan kearifan lokal Kalimantan Tengah (Kalteng), potensi wisatanya, dan berbagai potensi alam maupun buatan yang ada di Bumi Tambun Bungai selama sepekan.
Ternyata, puluhan pelajar itu datang dalam rangka program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang diinisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Program itu intinya mengajak ribuan pelajar SMA di Indonesia saling berkunjung di antara berbagai provinsi di Tanah Air sehingga mengenal budaya nusantara.
“Ini program bersama di Kementerian BUMN. Tujuannya mengenalkan para siswa di seluruh provinsi tentang kebudayaan atau culture, kesenian, dan adat istiadat daerah tujuan. Kebetulan yang di Kalteng ini didatangkan dari siswa di Bali, lalu siswa Kalteng akan dikirim ke Bali. Jadi ini terjadi pertukaran karena nanti juga dikenalkan adat budaya Bali,” terang Kepala Humas Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Edi Priyanto kepada Borneonews.
Pelajar yang ikut program, mereka diseleksi yang secara teknis diserahkan di dinas pendidikan masing-masing provinsi. Pihaknya, hanya memfasilitasi keberangkatan menuju daerah sasaran. Tahun ini, pihak BUMN juga memasukkan pelajar yang berkebutuhan khusus atau difabel yang belajar di SLB yaitu dua siswa tuna rungu.
Pertukaran pelajar ini merupakan tahun kedua, dan ke depan akan dilakukan rutin tiap tahun. Dengan cara mengajak Siswa Mengenal Nusantara itu, tujuan akhir akan menumbuhkan nasionalisme. Sebab selama ini menurut Edi, siswa diciptakan sikap kedaerahan dan hanya berpikir dari daerah sendiri. Ini tidak bagus untuk keseimbangan pembangunan antardaerah.
Edi melanjutkan, termasuk BUMN Pelindo III adalah Bahana Securities, dan Semen Baturaja ikut menjadi fasilitator 20 siswa SMA terbaik dari Bali tersebut untuk berpetualang seminggu penuh di Palangka Raya, Katingan, dan Kotawaringin Timur. Sebab Pelindo III cakupan areanya membawahi antara lain Kalimantan Tengah, Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
“Pelajar bisa melihat langsung pusat bisnis Bahana Securities di Palangka Raya dan bagaimana Pelindo III mengelola Pelabuhan Bagendang dengan kinerja bongkar muat yang efisien, sehingga pelabuhan bisa menjadi gerbang logistik yang produktif di Pulau Kalimantan,” tambahnya.
Sebelum berangkat kunjungan, pelajar dipaparkan tentang peran BUMN dalam bekerja meningkatkan daya saing bangsa di Royal Global Palangka Raya. Pada kesempatan tersebut, para siswa mendapatkan paparan tentang profil Provinsi Kalteng oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah Yuel Tanggara.
“Saya juga titipkan khazanah kebudayaan dan wisata Kalteng agar dikenalkan mereka sepulang ke daerah asalnya, Bali,” tutur Yuel. (ROZIKIN/m)








