**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Kesehatan Indonesia baru-baru ini mengumumkan pembukaan kelas bahasa Jerman di Politeknik Kesehatan Medan dan Politeknik Kesehatan Maluku. Inisiatif ini bertujuan untuk memfasilitasi lulusan dalam memanfaatkan peluang kerja di Jerman serta berkontribusi terhadap kesejahteraan global.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa langkah ini tidak hanya bermanfaat bagi institusi pendidikan dan individu, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi delapan miliar penduduk dunia. Ia berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan bagi umat manusia.
Beliau menambahkan bahwa kurikulum untuk kelas bahasa tersebut telah dianalisis dan distandarisasi oleh pihak Jerman. Pembukaan kelas baru ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program serupa yang telah dilaksanakan di Politeknik Kesehatan Jakarta III dan Politeknik Kesehatan Bandung.
Sadikin menekankan bahwa kelas bahasa Jerman ini adalah upaya untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi lulusan politeknik kesehatan sekaligus memberikan pendidikan yang lebih baik. Inisiatif ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Jerman.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya peran perawat Indonesia dalam sistem kesehatan global. Dalam konteks global, perawat memegang peranan krusial dalam penanganan penyakit serius yang sering kali menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.
Menteri Kesehatan mencatat, setiap tahunnya, sekitar 20 juta orang meninggal akibat penyakit jantung dan 10 juta orang akibat kanker secara global. Lulusan perawat Indonesia diharapkan dapat membantu menurunkan angka kematian tersebut.
Sementara itu, Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan, Arianti Anaya, menjelaskan bahwa terdapat 23 politeknik kesehatan yang dikelola oleh kementerian yang menawarkan kursus bahasa internasional, termasuk bahasa Jepang, Jerman, dan Inggris.
Arianti juga menjelaskan bahwa dalam fase percobaan ini, kementerian bekerja sama dengan *Goethe-Institut* untuk memberikan kelas budaya dan bahasa bagi mahasiswa keperawatan di Politeknik Kesehatan Jakarta III.
"Kami ingin segera memperluas kelas bahasa Jerman ke politeknik kesehatan lainnya. Setelah Politeknik Kesehatan Bandung dan Jakarta III, kini giliran Politeknik Kesehatan Medan dan Maluku," tambahnya.
Dalam pernyataan tersebut, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel, menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran tenaga kerja terampil, tetapi juga berpotensi meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara.
"Kelas bahasa Jerman merupakan contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat menjembatani kesenjangan bahasa dan perbedaan budaya melalui pelatihan keperawatan. Saya sangat terkesan dengan komitmen mahasiswa dan kemampuan mereka dalam berbahasa Jerman," ungkapnya.
Duta Besar juga menyoroti, seiring dengan perubahan demografis, peran perawat di Jerman semakin vital. Oleh sebab itu, pembukaan kelas bahasa Jerman untuk mahasiswa keperawatan dianggap sangat penting untuk mendukung kebutuhan tersebut.
ANTARA
Kementerian Kesehatan Buka Kelas Bahasa Jerman untuk Lulusan Keperawatan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







