**Borneonews - Jakarta**, Studi yang dilakukan oleh Action Against Stunting Hub (AASH) di Lombok Timur mengungkapkan bahwa kesehatan mental ibu berperan penting dalam perkembangan anak, terutama dalam aspek kognitif, bahasa, dan motorik. Penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang menghadapi masalah mental atau mengalami stres memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan anak mereka, khususnya pada anak yang berusia antara 18 hingga 24 bulan.
Dalam paparan yang disampaikan oleh Dr. Rita Anggorowati, selaku Team Lead Education dan Shared Values Studi AASH, diketahui bahwa anak-anak yang lahir dari ibu dengan tingkat gangguan mental yang lebih tinggi menunjukkan perkembangan yang jauh lebih rendah dalam hal bahasa ekspresif, kognitif, dan motorik. Ini berbanding terbalik dengan mereka yang ibunya memiliki kesehatan mental yang lebih baik.
Temuan ini disampaikan dalam dalam gelaran diseminasi yang membahas hasil awal mengenai lingkungan belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini mempertimbangkan banyak faktor yang dapat memengaruhi perkembangan anak. Salah satunya, hasil menunjukkan bahwa anak-anak berusia satu tahun yang tidak mengalami stunting memiliki skor kognitif lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang mengalami stunting; meskipun perbedaan ini tidak begitu signifikan.
Stunting mulai memberikan dampak yang terlihat pada perkembangan motorik anak yang baru berusia 12 bulan. Anak-anak yang tidak mengalami stunting secara signifikan memiliki kemampuan motorik yang lebih berkembang, terutama pada keterampilan motorik kasar. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi lebih awal untuk anak-anak yang mengalami kendala dalam pertumbuhan.
Lebih jauh, studi ini menganjurkan perlunya pemantauan kesehatan mental yang rutin bagi ibu, terutama dalam tahun-tahun awal perkembangan anak. Kesehatan mental ibu diidentifikasi sebagai elemen krusial dalam perkembangan berbagai aspek anak, seperti kognisi, bahasa, dan motorik.
Di samping itu, penting adanya tindakan intervensi yang berfokus pada stimulasi motorik, yang khususnya harus diberikan kepada anak-anak yang mengalami stunting. Hal ini dianggap vital dalam mendukung perkembangan motorik yang optimal, karena perkembangan motorik yang baik merupakan fondasi bagi pertumbuhan kognitif yang akan datang.
Aksi pemberdayaan ibu juga sangat diperlukan agar mereka lebih terlibat dalam aktivitas belajar di rumah. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendaftarkan anak-anak di pusat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dipandang dapat mendorong kesiapan anak dalam menghadapi pendidikan dan meningkatkan perkembangan anak di berbagai bidang kritis.
Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara yang terlibat dalam penelitian terkait stunting, bersama dengan India dan Senegal, dalam kerangka kerja AASH yang didanai oleh pemerintah Inggris melalui *United Kingdom Research and Innovation Global Challenges Research Fund* (UKRI-GCRF). Di Indonesia, inisiatif ini diinisiasi oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON).
Studi interdisipliner ini mengkaji berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan anak, termasuk aspek kecerdasan, perkembangan sosial emosional, komunikasi verbal, kemampuan motorik, serta kualitas lingkungan yang mendukung. Pengambilan data dilakukan dalam dua periode, yaitu dari Agustus hingga September 2022 dan Maret hingga Mei 2023, dengan fokus tidak hanya pada lingkungan sekolah tetapi juga pada pembelajaran di rumah, termasuk pola asuh yang diterapkan oleh orang tua.
ANTARA
Kesehatan Mental Ibu Berpengaruh Pada Perkembangan Anak
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







