BANDUNG –
**Borneonews - Garut**, Dalam upaya mengatasi permasalahan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pihak kepolisian telah membuka jalur alternatif. Jalur ini ditujukan untuk memfasilitasi akses masyarakat, baik pejalan kaki maupun kendaraan sepeda motor, agar tetap dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari mereka. Kepala Polsek Singajaya, AKP Anas Nasrudin, menjelaskan bahwa jalur alternatif ini baru dibuka setelah selama dua hari sebelumnya tertutup akibat tanah longsor. Tanah longsor ini disebabkan oleh tebing yang tergerus di Desa Toblong pada Rabu, 11 September. Kejadian ini mengakibatkan terputusnya akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Peundeuy dengan Kecamatan Cibalong. Dampak dari longsor tersebut membuat masyarakat dari Peundeuy yang ingin menuju Cibalong terpaksa mencari rute lain. Mengingat situasi tersebut, forum komunikasi kecamatan bersama pemerintah daerah segera melakukan diskusi untuk membuka jalur alternatif agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal. Anas menambahkan bahwa dalam pembahasan tersebut disepakati untuk membangun jalur alternatif dengan panjang 380 meter. Awalnya, rencana sempat mencakup pembuatan jembatan *bailey* di lokasi longsor, namun didasarkan pada kajian dari pemerintah pusat, hal itu tidak direkomendasikan karena dinilai memiliki risiko yang terlalu tinggi. Alternatif tersebut kemudian diambil sambil menunggu perbaikan pada jalan utama. Jalur alternatif yang dibangun memiliki lebar sekitar empat meter, sehingga dapat dilalui oleh kendaraan bermotor. Biaya pembangunan jalur alternatif ini diperkirakan mencapai Rp400 juta untuk tahap pertama, dan biaya ini bisa meningkat hingga Rp800 juta pada tahap berikutnya. Anas juga mengungkapkan bahwa jalur alternatif ini sebagian diambil dari jalan lama yang sebelumnya tidak digunakan, sementara sisanya adalah lahan pertanian. Proses pemadatan jalan alternatif ini akan segera dilaksanakan agar aman dan nyaman untuk dilalui kendaraan. Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati ketika menggunakan jalan tersebut, terutama saat musim hujan yang dapat memicu terjadinya tanah longsor kembali. Dengan kondisi yang rawan, Anas menghimbau agar warga tidak melewati jalur alternatif ketika hujan dengan intensitas tinggi, guna menghindari kemungkinan bencana yang lebih besar. Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Garut pada 10 September mengakibatkan berbagai longsor di sejumlah titik, termasuk pemutusan akses di Kecamatan Peundeuy, yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat setempat. ANTARA