**Borneonews - Jember**, Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, mengajak semua mahasiswa baru Universitas Al Falah As Sunniyyah Kencong di Jember untuk mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta intelektualitasnya. Ajakan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan Indonesia menyongsong era emas pada tahun 2045.
Dalam kuliah umum yang dilaksanakan di universitas tersebut, Khofifah menekankan pentingnya semangat para mahasiswa baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM mereka. Sebagai generasi penerus bangsa, mereka diharapkan dapat secara aktif berkontribusi dalam pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Khofifah menjelaskan bahwa penting bagi mahasiswa untuk terus berupaya memperbaiki kualitas hidup mereka. Upaya ini harus didorong supaya para mahasiswa dapat fokus mempersiapkan diri guna meningkatkan daya saing di tingkat global. Dia mencatat bahwa kepastian persaingan di masa mendatang akan semakin kompetitif. Mahasiswa Universitas Al Falah As Sunniyyah tidak hanya akan berkompetisi dengan alumni dari kampus mereka sendiri, tetapi juga dengan lulusan dari berbagai universitas serta generasi muda dari negara lain.
Ketua Umum PP Muslimat NU ini berharap semangat belajar mahasiswa dan ekosistem pembelajaran mereka terus diperhatikan dan dikelola dengan baik. Hal ini penting agar mahasiswa dapat tetap termotivasi dalam menuntut ilmu.
Lebih jauh Khofifah juga mengajak mereka untuk menambah kapasitas diri, khususnya dalam menjadi *transformational leader*. Kemampuan ini, menurutnya, tidak diajarkan di bangku kuliah. Namun, dapat berkembang melalui interaksi dan pengalaman menghadapi beragam permasalahan. Interaksi antardimensi kognitif ini dapat meningkatkan kemampuan *leadership* seseorang.
Ia menyarankan agar mahasiswa aktif dalam organisasi karena kegiatan tersebut terbukti efektif dalam mengasah kemampuan *leadership*. Khofifah menekankan bahwa organisasi Nahdlatul Ulama (NU) merupakan wadah yang baik untuk melatih keterampilan tersebut. Namun, dia juga mengingatkan bahwa aspek *managerial leadership* perlu ditingkatkan.
Khofifah menuturkan bahwa bekal sebagai *manager leader* sangat krusial bagi mahasiswa setelah mereka lulus dan beranjak menuju posisi-posisi kepemimpinan di berbagai organisasi atau institusi, baik di eksekutif, legislatif, maupun perusahaan swasta. Kemampuan ini, jelasnya, adalah kunci untuk mengkoordinasikan kelompok, memecahkan masalah, serta menemukan solusi di tengah tantangan yang mereka hadapi.
ANTARA
Gubernur Khofifah Ajak Mahasiswa Baru Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Komentar (0)
Memuat komentar…







