YOGYAKARTA –
**Borneonews - Bantul**, Desa Wisata Srikeminut yang terletak di Kelurahan Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menawarkan pesona alam yang memikat melalui pemandangan lembah perbukitan dan aliran Sungai Oya. Destinasi ini menjadi pilihan menarik bagi para wisatawan yang menginginkan pengalaman wisata berbasis pedesaan yang autentik. Menurut Gotro Raharjo, Kepala Seksi Kesejahteraan Kelurahan Sriharjo, terdapat sejumlah titik wisata di kawasan ini yang didominasi oleh keindahan alam serta keberadaan sungai. Wilayah Pedukuhan Srikeminut menjadi fokus utama perkembangan pariwisata di Sriharjo, karena daerah ini memiliki pemandangan menawan dengan sungai yang mengalir di sisi selatan jalan. Lebih lanjut, berbagai potensi wisata juga ditemukan di Lembah Sorori, yang menyediakan area perkemahan untuk anak-anak serta berbagai aktivitas air seperti berperahu dan bermain sepeda air. Pengelolaan wisata alam menjadi prioritas utama pengembangan pariwisata di Sriharjo. Selain itu, terdapat pengembangan agrowisata yang fokus pada pertanian, berkat bantuan pembuatan *greenhouse* dari komunitas yang peduli lingkungan. Dalam *greenhouse* ini, berbagai bibit dan varietas tanaman dikembangkan sebelum ditanam di lahan terbuka. Gotro menjelaskan bahwa pengembangan pertanian dan peternakan di Sriharjo melibatkan peran generasi muda dari karang taruna setempat. Anton, Ketua Taruna Tani Hijaunya Cinta Sriharjo, menambahkan bahwa komunitas petani muda berupaya mengembangkan potensi pertanian di wilayah ini, khususnya Desa Wisata Srikeminut, menjadi salah satu destinasi wisata. Mereka hendak membuka jalur wisata agro edukasi yang berkaitan dengan pertanian, mulai dari *hortikultura*, pertanian pangan, hingga konservasi tumbuhan. Program wisata edukasi ini memberi kesempatan kepada wisatawan untuk merasakan pengalaman menjadi petani atau peternak. Dengan biaya sekitar Rp50.000 per orang dan minimal kuota 25 orang, peserta akan diajak mengikuti kegiatan outbound, pengenalan pertanian, serta praktik bercocok tanam secara langsung. Tidak hanya itu, terdapat juga paket studi peternakan dengan harga Rp100.000 per orang yang mencakup pengalaman dalam pengelolaan ternak lebah, domba, dan maggot. Selain itu, bagi yang tertarik pada teknologi pertanian, tersedia paket yang akan mengenalkan sistem hidroponik, irigasi modifikasi, serta penggunaan alat dan mesin pertanian dengan tarif Rp120.000 per orang. Anton menuturkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada wisatawan, termasuk cara bercocok tanam, perawatan tanaman, penanggulangan hama, serta inisiatif adopsi tumbuhan. Dengan demikian, Srikeminut ingin memberikan pengalaman yang berharga dan mendidik bagi setiap pengunjung yang datang. ANTARA