**Borneonews - Pekalongan**, Pemerintah Kota Pekalongan, yang terletak di Jawa Tengah, telah menggelar Lomba Nyolet membatik bagi kalangan pelajar. Acara ini bertujuan untuk menjangkau peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono, menjelaskan bahwa lomba ini merupakan langkah nyata dalam melestarikan budaya batik. Ia mengungkapkan, kegiatan ini sekaligus sebagai implementasi dari pengakuan UNESCO mengenai pelestarian batik sebagai *best practice* budaya.
Menurutnya, pembelajaran membatik harus terus dilestarikan agar tidak menghilang oleh perubahan zaman. "Anak-anak merupakan generasi penerus yang harus melanjutkan tradisi ini," kata Sabaryo.
Lomba Nyolet ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh pada tahun 2024. Acara tersebut diikuti oleh puluhan siswa dari taman kanak-kanak dan Raudhatul Athfal (RA), dan berlangsung di halaman Museum Batik Pekalongan.
Lomba ini akan berlangsung selama tiga hari, dengan hari kedua dan ketiga ditujukan untuk peserta dari tingkat sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, serta sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan. Sabaryo, yang didampingi oleh Kepala Bidang Pariwisata, Retno Purnomo, berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap batik, sehingga mereka terdorong untuk lebih mendalami seni batik sejak usia dini.
Salah satu juri lomba, Tamakun, menyatakan bahwa Lomba Nyolet untuk tingkat taman kanak-kanak ini diikuti oleh 50 peserta yang telah menunjukkan keterampilan dalam memadupadankan warna. "Mereka dapat berkreasi dengan warna-warna yang terbatas, yakni empat warna, dan berhasil menciptakan gradasi yang menarik," ungkapnya.
Tamakun menambahkan bahwa indikator penilaian utama dalam lomba ini adalah kemampuan kontrol diri, yang sangat penting agar setiap karya yang dihasilkan tampak rapi dan terorganisir. Dengan demikian, diharapkan para peserta dapat belajar sambil berkompetisi dan mencintai warisan budaya batik.
ANTARA
Lomba Nyolet Batik Tingkat Pelajar di Pekalongan, Cinta Budaya
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







