BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengurus National Paralympic Committe (NPC) Provinsi Kalimantan Tengah menyambangi kantor Gubernur Kalteng dan melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Kalteng Habib H Said Ismail, Senin (1/8/2016).
Kedatangan para pengurus ini untuk meminta dukungan dari pemerintah daerah terkait keikutsertaan NPC Kalteng dalam event Pekan Paralympic Nasional (Peparnas), Oktober 2016. Ajang ini merupakan event olahraga yang digelar bersamaan dengan PON namun dikhususkan bagi atlet penyandang disabilitas.
"NPC ini kan sudah tidak bergabung dengan KONI, tapi belum ada penunjukkan kita berada di bawah instansi apa. Apakah di Dispora atau di Dinsos atau dimana. Sementara dalam waktu dekat ini kita akan mengikuti event nasional membawa nama Kalteng tapi untuk penganggaran kita tidak tahu akan diajukan ke mana? Makanya hari ini kita audiensi dengan Pak Wagub," ungkap Ketua NPC Kalteng Desi Olivia Christy saat diwawancarai usai menghadap Wagub.
Ketidakbergabungan NPC dengan KONI lagi, menurut Desi, karena pemerintah ingin membuat kesetaraan antara atlet penyandang disabilitas yang bernaung di bawah organisasi NPC dengan atlet nondisabilitas di bawah naungan Koni. Namun dasar hukum belum disiapkan dengan maksimal sehingga NPC Kalteng sejak Januari tidak memiliki dana sama sekali untuk melaksanakan kegiatan.
Sementara itu Wakil Gubernur Kalteng menyambut baik kunjungan pengurus NPC ini. Menurutnya Kalteng tidak boleh kecolongan sehingga atlet-atlet disabilitas yang berprestasi dari Kalteng merasa diabaikan kemudian ditarik pemerintah daerah lain.
"Syukur mereka mendatangi saya dulu untuk audiensi. Memang kemarin setelah mereka keluar dari Koni, tidak ada dasar hukum untuk menganggarkan dana bagi kegiatan mereka. Tapi tadi saat kunjungan Komisi VIII DPR RI, ternyata sudah ada undang-undang yang mengatur tanggung jawab atas nasib para penyandang disabilitas ini," ungkap Habib Said Ismail.
Salah satu poin dari UU No 8 tahun 2016 yang memuat poin-poin penting pernyataan bahwa merupakan kewajiban pemerintah untuk mengakomodir segala kebutuhan penyandang disabilitas, tentang hal apapun.
"Karenanya ke depan kita akan usahakan dana untuk NPC mengikuti event Papernas ini. Jangan sampai atlet kita merasa tidak dihargai di daerahnya sendiri kemudian dilirik dan diambil oleh pemerintah daerah lain," tutup Wagub. (TESTI PRISCILLA/m)








