BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kota Palangka Raya Muhammad Yusran meminta kabinet Riban Satia-Mofit Saptono fokus terhadap visi-misi kota dalam memimpin pemerintah kota (Pemkot) Palangka Raya. Sebagai tolok ukurnya, adalah rencana jangka pembangunan menengah daerah (RPJMD). Sebab penilaian selama ini pembangunan terasa tidak fokus pada visi-misi yang dicanangkan pucuk pimpinan tersebut.
“Kita ingin agar Pemkot bersungguh-sungguh konsisten dan lebih fokus menggarap visi-misi Kota Palangka Raya di tiga bidang itu. Selama ini kan tidak fokus targetnya, sehingga hasilnya pun tidak fokuslah,” kata Yusran, Senin (1/8/2016).
Tiga bidang yang menjadi visi misi Kota adalah pendidikan, jasa, dan pariwisata. Namun kenyataannya, tiga bidang yang menjadi fokus pembangunan tersebut tidak menonjol hasilnya. Menurut dia, RPJMD haruslah diletakkan sebagai rel dalam menjalankan tahapan pelaksanaan visi-misi. Sehingga ketika arah pembangunan melenceng, harus dikembalikan kepada panduan tersebut.
Penilaian Yusran bukan tidak berdasar. Namun, menurut dia, ada hasil penelitian pihak lain yang menelaah dan mengkaji penerapan RPJMD dikaitkan Visi-Misi oleh beberapa peneliti UGM. Beberapa program dan kegiatan diantaranya memang tidak mengarah kepada penerjemahan Visi-Misi. Bahkan kesimpulannya, 40% kegiatan tidak berkorelasi atau tidak memiliki keterkaitan dengan fokus tiga bidang tadi.
Ia mencermati visi Kota Palangka Raya sebagai kota Pariwisata. Sampai saat ini menurut dia,belum ada obyek wisata yang menjadi andalan di kota berjuluk Cantik ini. Pendidikan pun demikian, belum menjadi rujukan studi banding misalnya, bagi daerah lain.
“Karena itu, kita berharap agar pemkot ke depan lebih terarah dalam melakukan prioritas pembangunan di kota ini sesuai visi-misi dan RPJMD yang dituangkan. Bukan sebaliknya,mendahulukan yang bukan prioritas menurut visi-misi,” tandasnya. (ROZIKIN/m)








