BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, PT PLN (Persero) Unit Pembangkitan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) melakukan survei untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap sepuluh Program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan yang dilaksanakan pada tahun 2023. Survei ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai penerimaan masyarakat terhadap program-program tersebut. Manajer PLN UP Kalselteng, Ali Anwar, mengungkapkan bahwa kegiatan ini melibatkan tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yang terdiri dari Hardiana Widyastuti dan Rindang Matoati, serta didukung oleh BKSDA Kalimantan Tengah. Warga Desa Karendan, sebagai salah satu penerima manfaat dari Program CSR PLN, turut berpartisipasi dalam survei ini. "Melalui survei ini, kami berupaya mengevaluasi implementasi Program CSR selama tahun 2023, agar dapat meningkatkan kualitas layanan di tahun-tahun mendatang," jelas Ali saat acara berlangsung di Banjarmasin. Kegiatan survei dilaksanakan di beberapa unit PLN UP Kalselteng dengan tujuan memahami sejauh mana kepuasan masyarakat dan efektivitas dari program-program yang telah dilaksanakan. Survei berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, tim melakukan survei di Kantor BKSDA Kalimantan Tengah dan melanjutkannya dengan kunjungan ke Taman Wisata Alam Tangkiling. Sedangkan pada hari kedua, survei dilakukan secara daring menggunakan aplikasi *zoom*, yang melibatkan masyarakat dari Desa Karendan yang berada di sekitar PLTMG Bangkanai. Selama pelaksanaan survei, tim menggunakan berbagai metode, termasuk kuesioner, wawancara, dan pengukuran langsung di lapangan. Langkah ini dimaksudkan untuk mendapatkan data yang lebih akurat mengenai dampak dari program CSR terhadap masyarakat. Data yang terkumpul akan dianalisis oleh IPB dan hasilnya akan digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan keberlanjutan serta efektivitas program di masa mendatang, tambah Ali. Dari sepuluh program CSR yang diunggulkan, termasuk di dalamnya adalah program Ramadhan Berkah yang turut memberikan bantuan sembako kepada masyarakat, budidaya Madu Kelulut yang bekerja sama dengan BKSDA Kalteng, serta pembuatan kandang habituasi untuk rehabilitasi satwa. Selain itu, juga terdapat pembangunan sarana dan prasarana Balai Uneng Belajar, pengembangan peralatan publikasi untuk kampanye edukasi lingkungan, serta produksi film *Jelajah Sapat Hawung* untuk mempromosikan potensi alam lokal. Proyek lainnya meliputi pembuatan Rumah Kaca Anggrek di kawasan TWA Tangkiling dan Landmark TWA Tangkiling yang dijadikan sebagai ikon konservasi. Program bantuan menjelang Natal dan Tahun Baru juga dilaksanakan dengan memberikan sembako, serta dukungan fasilitas untuk SDN 1 Karendan di Bangkanai, di samping beberapa program CSR lainnya. Ali berharap dengan adanya survei ini, program CSR unggulan di tahun 2023 dan berbagai program lain yang dijalankan dapat lebih bermanfaat dan tepat sasaran, terutama dalam memenuhi ekspektasi dan kebutuhan masyarakat sekitar. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen PLN untuk terus memberikan kontribusi positif melalui program CSR yang berkelanjutan. "Kami berharap, hasil survei ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program CSR, tidak hanya untuk dua provinsi ini, tetapi juga untuk seluruh daerah operasional PLN," tambah Ali. ANTARA