JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Lifter asal Riau, Andre Satria, berhasil mempertahankan medali emasnya dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang digelar di Aceh dan Sumatera Utara. Prestasi gemilang ini diraihnya setelah menunjukkan performa luar biasa pada kategori angkat berat kelas 83 kilogram putra yang berlangsung di GOR Seramoe, Banda Aceh, pada hari Selasa. Dalam ajang PON sebelumnya, yaitu PON XX yang diselenggarakan di Papua pada tahun 2021, Andre juga sukses meraih medali emas, meskipun pada saat itu ia mengikuti kompetisi di kelas 74 kilogram. Keberhasilannya kali ini tidak hanya sekadar mempertahankan medali, melainkan juga menorehkan prestasi dengan memecahkan tiga rekor PON yang sangat membanggakan. Rekor pertama yang dipecahkan adalah pada angkatan *squat*, di mana Andre mampu mengangkat 350 kilogram, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Andrias dengan 342,5 kilogram. Selanjutnya, untuk angkatan *deadlift*, Andre dengan total angkatan 285 kilogram berhasil menyamai rekor Robi Sujanto, sedangkan pada angkatan total, Andre mengakumulasi 915 kilogram mengalahkan rekor sebelumnya yang juga dipegang Robi Sujanto sebesar 835 kilogram. Namun, satu-satunya rekor yang tidak berhasil dipecahkan oleh Andre adalah pada angkatan *bench press*. Ia mencatatkan angkatan terbaik di angka 230 kilogram, tetapi tidak mampu melampaui rekor 285 kilogram milik Robi Sujanto. Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Andre menyampaikan, "Kedua atlet yang menduduki posisi perak dan perunggu, Viki dan Muhammad, adalah panutan bagi saya. Satu sebagai panutan di *bench press* dan satu lagi di *deadlift*. Saya sangat senang dapat bertanding melawan kedua atlet hebat ini." Adapun rekor *bench press* yang belum dapat dipecahkan Andre, justru diraih oleh Viki Aryanto dari Lampung, yang berhasil mencatatkan angkatan sebesar 245 kilogram, melampaui rekor PON sebelumnya. Selain itu, Viki juga memiliki catatan terbaik di angkatan *squat* sebesar 343 kilogram dan *deadlift* sebesar 280 kilogram, sehingga total angkatannya mencapai 868 kilogram. Sedangkan untuk medali perunggu, didapat oleh Muhammad Yusuf yang mewakili Jawa Barat dengan catatan squat terbaik sebesar 310 kilogram, *bench press* 210 kilogram, dan *deadlift* 330 kilogram, sehingga total angkatannya mencapai 850 kilogram. Kompetisi angkat berat kelas 83 kilogram putra di PON Aceh-Sumut 2024 diikuti oleh tujuh peserta. Selain Andre, Viki, dan Muhammad, terdapat juga atlet lainnya seperti Bagus Sudarmoko dari Kalimantan Timur, Rido Prayetno dari Sumatera Utara, Lamdoras Situtu dari Sumatera Barat, dan Arni Lokobal yang berasal dari Papua Pegunungan. ANTARA