BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejumlah lampu lalu lintas di Kota Palangka Raya kerap kali terganggu, bahkan terjadi saat jam sibuk. Seperti terjadi pada Senin (1/8/2016), sejumlah ruas antara lain simpang Jalan Imam Bonjol- Suprapto, jalan Tjilik Riwut-Garuda mengalami gangguan total alias mati. Sehingga tidak bisa berfungsi mengatur lalu lalangnya kendaraan.

Anggota Komisi B, Abdul Hayyi pun angkat suara. Ia meminta agar pemerintah kota (Pemkot) menangani dengan segera. Bahkan ia menyoroti apakah anggaran pemeliharaan sudah disiapkan dengan baik atau sebaliknya.  Ia hanya tidak ingin, kejadian itu selalu sering terjadi.

“Harus dipikirkan anggaran pemeliharaannya, kalau memang ada kenapa tidak segera diperbaiki. Apakah kelistrikannya atau sel suryanya, bila perlu diganti,” kata politisi PPP ini, Senin (1/8/2016).

Kenapa harus penanganan segera?

Menurut Hayyi, Kota Palangka Raya saat ini mengalami perkembangan pesat. Jumlah kendaraan meningkat tajam sehingga volume pengguna jalan sudah mulai tampak sering memadatkan lalu lintas. Jika layanan Dinas Perhubungan tidak ditingkatkan dengan cepat tanggap melakukan antisipasi fasiltas umumnya, akan memperburuk keadaan.

“Sebab semakin banyak orang mengeluh jadinya, akibat layanan terhadap fasilitas publik tidak cepat ditangani ketika ada masalah,” simpulnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya Renson sering mengatakan, belum tentu lampu lalu lintas yang ada di wilayah kota ini adalah kendalinya berada di pihaknya. Ada beberapa lampu lalu lintas yang milik Pemkot dan ada yang menjadi kewenangan Pemprov yang memang belum diserahkan ke Pemkot.

Sementara diminta tanggapannya mengenai masih seringnya dua lampu lalu lintas di dua ruas jalan diatas, Renson masih belum memberikan keterangan. (ROZIKIN/m)