**Borneonews - Puncak Bogor**, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah mempersiapkan berbagai strategi untuk mengatasi masalah kemacetan yang berulang kali terjadi di Puncak, Bogor, Jawa Barat, terutama saat libur panjang. Masalah ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan memerlukan perhatian serius.
Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo, dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Selasa, menjelaskan bahwa strategi mitigasi tersebut meliputi pembagian beban pengunjung, penyediaan moda transportasi alternatif, dan peningkatan kapasitas jalan.
Fadjar menjelaskan, "Salah satu opsi yang dapat diimplementasikan adalah dengan mendistribusikan atraksi wisata agar tidak terkonsentrasi di satu titik. Ini merupakan salah satu metode yang bisa diterapkan. Selain itu, kita juga harus memperhatikan moda transportasi publik alternatif. Terlebih, kami mencermati rencana dari Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk mengembangkan jalur Puncak Dua sebagai bagian dari infrastruktur guna meningkatkan kapasitas jalan."
Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara kementerian dan lembaga terkait lainnya dalam penerapan strategi ini, mengingat sektor pariwisata melibatkan banyak pihak dan tidak bisa dikelola oleh satu institusi saja.
Di sisi lain, Direktur Pengembangan Destinasi Kemenparekraf, Sri Utari Widyastuti, mengungkapkan bahwa saat ini mereka tengah bekerjasama dengan salah satu perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan alat bantu *tools* yang dapat mengukur kapasitas pengunjung di tempat wisata. Alat ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat kepada calon wisatawan mengenai kondisi di destinasi tersebut.
Selain itu, dia juga menginformasikan bahwa pada pekan depan, Kemenparekraf akan mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk membahas pengembangan kereta gantung (*cable car*) di Puncak Bogor. "Kami sudah menjajaki solusi lain untuk kereta gantung di Puncak, dan insya Allah, kami akan berkoordinasi dengan mitra dan para pemangku kepentingan pada minggu depan," tambahnya.
Sementara itu, data dari Satuan Lalu Lintas Polres Bogor menunjukkan bahwa sekitar 140 ribu kendaraan dari berbagai jenis, mulai dari roda dua hingga roda enam, melintas di jalur wisata Puncak selama periode 24 jam pada hari Minggu lalu.
Sayangnya, dalam insiden kemacetan yang terjadi, dilaporkan bahwa seorang wisatawan berinisial NM (56) asal Bambu Apus, Jakarta Timur, meninggal dunia. Hal ini diduga disebabkan oleh kelelahan saat berlibur di kawasan wisata tersebut.
ANTARA
Strategi Kemenparekraf Mitigasi Kemacetan di Puncak Bogor
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







