JAKARTA –
**Borneonews - Deli Serdang**, Pelari asal Jawa Barat, Pandu Sukarya, mengungkapkan bahwa selama berlatih sepanjang tahun, ia hanya mendapatkan satu hari istirahat dalam seminggu. Hal itu ia lakukan demi meraih medali emas pada nomor *steeplechase* 3.000 meter putra di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024. Pandu memulai persiapannya sekitar satu tahun yang lalu dengan mengikuti pemusatan latihan daerah. Ia menyatakan bahwa hanya pada hari Minggu ia mengakhiri rutinitas latihan intensifnya. Setelah acara tersebut, ia berbagi pengalamannya setelah berhasil mendapatkan medali emas di Stadion Madya Atletik Sumut Sport Center, Deli Serdang, Sumatera Utara. Ia menjelaskan bahwa rutinitas pelatihannya berlangsung tanpa henti hingga hari pertandingan tiba. Dalam sehari, Pandu melaksanakan latihan sebanyak dua kali, yaitu pada pagi hari dan sore hari. Atlet berusia 26 tahun ini juga pernah meraih medali perunggu dalam nomor 3.000 meter halang rintang pada SEA Games di Kamboja 2023. Medali emas yang diraihnya kali ini teramat spesial bagi Pandu, karena merupakan medali emas pertamanya dalam karir olahraga. Pada PON XX yang berlangsung di Papua sebelumnya, ia hanya berhasil membawa pulang medali perak pada nomor 5.000 meter. Namun, sejak itu, pelatihnya telah memutuskan untuk memfokuskan kemampuan Pandu pada nomor 3.000 meter halang rintang. Pandu menyampaikan bahwa prestasi ini ia persembahkan kepada masyarakat Jawa Barat, keluarga, pelatihnya, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya. Ia menambahkan bahwa perlombaan tersebut cukup menantang, terutama saat pemanasan yang sempat terganggu oleh cuaca yang tidak menentu, di mana rintik hujan dan sinar matahari bergantian muncul. Hal tersebut memengaruhi kondisi fisiknya saat bertanding, terutama pada dua putaran terakhir. Ia menyebutkan bahwa untuk nomor halang rintang, persiapan tidak hanya mencakup teknik berlari, tetapi juga daya tahan tubuh dalam menghadapi berbagai rintangan yang ada. Dalam perlombaan yang digelar di Stadion Madya Atletik Sumut Sport Center, Pandu mencatatkan waktu 9 menit 12,31 detik untuk menyelesaikan tujuh putaran dengan rintangan yang terdiri dari gawang dan lompatan air (*water jumps*). ANTARA