**Borneonews - Medan**, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan yang terletak di Sumatera Utara berkomitmen untuk secara rutin melakukan razia guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban, dengan tujuan utama mencapai kondisi 'zero halinar'. Istilah *halinar* merujuk kepada larangan penggunaan handphone, pungutan liar, dan narkoba di dalam lingkungan lapas.
Kepala Lapas Kelas I Medan, M Pithra Jaya Saragih, menyatakan bahwa pihaknya secara berkala melaksanakan razia mendadak di blok hunian. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada aktivitas terlarang, seperti penggunaan handphone, pungutan liar, dan peredaran narkoba, yang dapat merusak ketenteraman di lingkungan lapas.
Razia yang dilakukan adalah bagian dari program untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari segala bentuk hal-hal mencurigakan yang dapat memengaruhi para warga binaan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. 29 Tahun 2017, yang merupakan perubahan atas peraturan sebelumnya mengenai tata tertib di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara.
Pada Kamis malam, 12 September, Lapas Kelas I Medan melaksanakan razia tanpa pemberitahuan sebelumnya. Petugas razia melakukan pemeriksaan menyeluruh di setiap sudut blok hunian, di kamar-kamar warga binaan, serta di area umum. Pithra menyampaikan bahwa petugas berhasil menyaksikan sejumlah warga binaan yang sedang membaca *kitab suci Alquran* dan berdiskusi satu sama lain untuk saling mengajari.
Meskipun demikian, razia tetap dijadwalkan setelah kegiatan ibadah keagamaan tersebut selesai. Hasil dari razia menunjukkan tidak adanya barang terlarang di blok hunian. Namun, ditemukan beberapa barang yang dilarang seperti gunting, jepitan kuku, mancis, dan sendok, yang kemudian disita dan akan dimusnahkan.
Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas, petugas juga melakukan berbagai tindakan pencegahan yang berkaitan dengan kebersihan di blok hunian, agar memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Pithra menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengawasan sekaligus pembinaan bagi warga binaan, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Setiap tindakan yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan akan ditindak dengan tegas.
ANTARA
Razia Rutin di Lapas Medan Tingkatkan Keamanan dan Ketertiban
Bagikan:

MEDAN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







