**Borneonews - Banyuwangi,** Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah memulai tahap simulasi untuk Program Makan Siang Bergizi sebagai persiapan menyongsong inisiatif yang diluncurkan oleh pemerintah pusat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan implementasi program tersebut di kalangan pelajar.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kunjungannya ke SDN 5 Desa Tamanbaru, Kecamatan Glagah, menjelaskan bahwa simulasi ini melibatkan puluhan siswa. Ia menekankan pentingnya menjalankan simulasi untuk memahami pelaksanaan teknis distribusi makanan kepada siswa, terutama di daerah-daerah yang secara geografis terpencil dan jauh dari pusat kota.
Simulasi Makan Siang Bergizi yang dilaksanakan tersebut menghadirkan menu sesuai dengan panduan gizi seimbang *Program Isi Piringku* yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan. Menu yang disajikan mencakup nasi sebagai sumber karbohidrat, ikan laut goreng, tahu goreng, serta bakwan jagung yang merupakan sumber protein. Sebagai pelengkap, terdapat buah jeruk yang kaya akan vitamin.
"Bertahap, kami akan melaksanakan simulasi ini di sekolah-sekolah lainnya," ujar Ipuk. Ia juga menjelaskan bahwa Program Makan Siang Bergizi ini akan berperan melengkapi berbagai program pendidikan yang sudah ada di kabupaten Banyuwangi.
Salah satu program yang telah berjalan adalah Garda Ampuh, yaitu Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah, yang melibatkan semua *stakeholder* untuk menyelamatkan anak-anak yang terancam putus sekolah. Dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 2.605 pelajar yang rentan putus sekolah telah menerima bantuan dengan total dana mencapai Rp6,25 miliar.
Selain itu, terdapat juga program yang memberikan uang saku dan uang transportasi kepada 1.722 pelajar dalam rentang waktu tiga tahun, dengan alokasi total sebesar Rp8,26 miliar. "Pemberian bantuan uang saku ini bertujuan untuk mengatasi berbagai faktor yang dapat membuat pelajar merasa minder untuk pergi ke sekolah, seperti ketika mereka tidak mampu membeli jajan saat jam istirahat," terangnya.
Dengan pelaksanaan beragam program intervensi ini, Kabupaten Banyuwangi berhasil memberikan dampak positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan. Rata-rata lama sekolah di daerah tersebut mengalami peningkatan, dari 7,66 tahun pada tahun 2022 menjadi 7,76 tahun di tahun 2023. Selain itu, harapan lama sekolah juga mengalami kenaikan dari 13,11 tahun di 2022 menjadi 13,12 tahun di 2023.
ANTARA
Simulasi Program Makan Siang Bergizi di Banyuwangi untuk Siswa
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







