BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru Nonbahasa Tingkat SD dan SLTP Se-Kabupaten Lamandau telah sukses diselenggarakan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamandau, H Abdul Kohar.
Dalam sambutannya, Kohar menekankan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar bagi para guru, terutama dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa.
"Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar itu penting bagi para guru, terutama dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa," kata Kohar dalam rilis yang dikirimkan Balai Bahasa Provinsi Kalteng pada Selasa, 17 September 2024.
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari guru-guru nonbahasa tingkat SD dan SLTP di Kabupaten Lamandau berperan aktif selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti berbagai sesi pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia, termasuk dalam penyusunan karya ilmiah dan popular. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dalam forum yang interaktif.
"Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pembinaan terhadap peserta mengenai pengutamaan bahasa negara," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis dalam rilis yang sama.
--page
Dengan demikian, katanya, diharapkan para guru dapat lebih percaya diri dan kompeten dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi utama di lingkungan sekolah.
"Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan sikap positif para guru terhadap bahasa Indonesia," tuturnya lagi.
Pada hari terakhir, kegiatan ditutup dengan apresiasi Kepala Balai terhadap antusiasme dan partisipasi aktif para peserta selama kegiatan berlangsung.
"Saya berharap agar ilmu yang telah diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing," katanya.
Selama empat hari penyuluhan, para peserta mengikuti berbagai materi yang disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi yang disampaikan meliputi kebijakan pembinaan dan pemasyarakatan bahasa dan sastra, ejaan bahasa Indonesia, pilihan kata, peristilahan, kalimat, dan paragraf. Setiap sesi diisi dengan diskusi yang hidup dan interaktif, sehingga peserta dapat memahami materi dengan baik.
Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan ini berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Para peserta merasa puas dengan materi yang disampaikan dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia di kalangan guru nonbahasa. (TESTI PRISCILLA/Y)









