JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyatakan bahwa tiga konfederasi buruh terbesar di tanah air mengakui Arsjad Rasjid sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Andi Gani setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta. Andi Gani menjelaskan bahwa kepemimpinan Arsjad Rasjid didukung oleh ketua dari tiga konfederasi buruh yang berpengaruh, yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang dipimpin oleh Said Iqbal, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) yang dipimpin oleh Elly Rosita Silaban, serta KSPSI yang dipimpin oleh dirinya sendiri. "Kami dengan tegas mengakui Arsjad Rasjid sebagai Ketua Umum Kadin," ungkapnya. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan campur tangan dalam urusan kepengurusan Kadin. Andi Gani juga meminta semua pihak untuk tidak mendesak Presiden untuk mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait masalah tersebut. "Presiden sudah menekankan agar semua diserahkan kepada internal Kadin," tuturnya dengan tegas. Andi menambahkan bahwa ketiga konfederasi buruh tersebut mengakui Arsjad Rasjid sebagai Ketua Umum Kadin yang sah. Hal ini disebabkan Arsjad masih memegang Keppres yang relevan hingga saat ini. "Presiden mengingatkan untuk tidak melemparkan tanggung jawab kepada beliau. Mengapa harus memaksa Presiden untuk mengeluarkan Keppres jika masalah ini berkaitan dengan Kadin?" jelas Andi. Dia menegaskan ulang bahwa pengakuan ini penting, bukan hanya untuk hubungan internal Kadin, tetapi juga untuk kepentingan perundingan upah buruh yang akan datang. "Jelang bulan November, kita akan menentukan upah minimum untuk tahun 2025. Kami perlu tahu dengan siapa kami akan berunding dan bernegosiasi, serta menjalin dialog dengan para pengusaha," tambahnya. ANTARA