BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Koba, Bangka Belitung**, Politikus nasional Dr. Hinca Panjaitan XIII baru-baru ini melaksanakan kegiatan bedah buku bertajuk *"Save Babel"*, yang berfokus pada berbagai isu yang berkaitan dengan pertambangan di provinsi yang dikenal dengan sebutan *"Negeri Serumpun Sebalai"*. Dalam kesempatan tersebut, Hinca menjelaskan alasan pemilihan judul buku ini. Menurutnya, masalah yang kompleks dalam dunia pertambangan di Bangka Belitung sangat berpengaruh pada kondisi sosial dan kesejahteraan masyarakat. “Saya memilih judul *Save Babel* karena ketidakadilan di sektor ini berpotensi merugikan banyak orang,” ungkapnya saat menjadi narasumber pada acara yang berlangsung di Koba, Bangka Tengah. Ia juga membahas aspek hukum dalam bisnis pertambangan timah yang telah menarik perhatian masyarakat. Beberapa pengusaha terpaksa berurusan dengan masalah hukum yang berpotensi merugikan negara hingga mencapai Rp300 triliun. Hinca menekankan bahwa fokusnya bukan pada aspek hukum yang sedang viral saat ini, melainkan tentang bagaimana keadilan dapat ditegakkan tanpa mengabaikan kebutuhan ekonomi masyarakat yang bergantung pada bijih timah. Sebagai Anggota Komisi III DPR RI untuk daerah pemilihan Sumatera Utara III, Hinca berbagi pandangannya bahwa bukunya merupakan bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat di daerah tersebut. “Buku ini bertujuan untuk menyadarkan kita semua bahwa Bangka Belitung memiliki kekayaan yang besar, seharusnya masyarakat setempat bisa menikmati hasil bumi tempat tinggal mereka,” tuturnya. Dalam penjelasannya, Hinca menggunakan analogi mengenai ayam bertelur emas. Ia menekankan pentingnya mengambil hasil tanpa merugikan induk ayam tersebut. Ia berharap agar pihak berwenang menegakkan keadilan sambil tetap mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi masyarakat yang akan terdampak. Hinca menambahkan bahwa bukunya mencakup delapan rekomendasi untuk Presiden dan Wakil Presiden terpilih masa bakti 2024-2029, Prabowo dan Gibran. Rekomendasi tersebut mencakup revitalisasi intelijen kejaksaan, penghapusan praktik perlindungan oleh oknum TNI-Polri, pembentukan koperasi tambang rakyat, serta digitalisasi kegiatan pertambangan melalui Sistem Informasi Mineral dan Batubara (*SIMBARA*). “Selain itu, kami juga merekomendasikan reklamasi sebagai langkah penting untuk memperbaiki kerusakan ekologis, mengubah lahan bekas tambang menjadi area pertanian, serta mengejar keadilan ekologis melalui keputusan pengadilan guna memerangi konglomerasi korupsi,” imbuhnya. Hinca juga mengingatkan akan berbagai tantangan yang mungkin dihadapi, seperti keamanan nasional yang terganggu oleh kehadiran mafia pertambangan dan aktivitas pertambangan ilegal yang didukung oleh oknum tertentu. “Saat ini, pemimpin kita dihadapkan pada tantangan besar untuk mengakhiri pengaruh oknum TNI-Polri yang terlibat dalam kejahatan pertambangan ilegal,” tuturnya. Acara bedah buku *"Save Babel"* dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, Direktur Utama PT Timah Tbk Ahmad Dani, berbagai pejabat daerah, pejabat vertikal, mahasiswa, organisasi masyarakat, serta tokoh-tokoh masyarakat yang peduli terhadap isu-isu pertambangan di Bangka Belitung. ANTARA