**Borneonews - Banda Aceh**, Lifter asal Riau, Andre Satria, kembali menunjukkan dominasi dengan mengalahkan para seniornya dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Pertandingan di kelas 83 kilogram putra berlangsung di GOR Seramoe, Banda Aceh, pada hari Selasa.
Andre Satria mencatatkan total angkatan keseluruhan mencapai 915 kilogram, angka yang jauh melampaui perolehan medali perak yang diraih oleh Viki Aryanto dengan total angkatan 868 kilogram, serta medali perunggu yang diambil oleh atlet dengan total angkatan 850 kilogram.
Pencapaian gemilang ini juga menciptakan rekor baru di ajang PON, sekaligus melanjutkan prestasi baik yang ditorehkan Andre pada PON XX Papua pada tahun 2021, di mana ia berhasil meraih medali emas pada kelas 74 kilogram. Pada kesempatan itu, Andre sukses mengungguli lifter senior seperti Ade Bazrudin dan Doni Meiyanto, yang memiliki pengalaman lebih di bidang angkat berat.
Andre, yang kini berusia 22 tahun, mengaku bahwa perubahan kelas justru memberikan keuntungan bagi dirinya. Ia menjelaskan bahwa seperti manusia pada umumnya, ia memiliki kegemaran dalam menikmati makanan. "Saya sulit untuk menahan diri dari makan. Saya mengonsumsi banyak makanan hingga sebelumnya sempat berada di berat 80 kilogram, sehingga saya diminta untuk pindah kelas. Menariknya, berat badan saya justru turun setelah itu," ungkap Andre pada jumpa pers setelah pertandingan.
Ia melanjutkan bahwa sebelum PON, ia berada di kelas 74 kilogram dan harus bertukar dengan seniornya, yang memungkinkan dirinya bertanding di kelas 83 kilogram. Meskipun lebih muda, Andre menunjukkan rasa hormat yang besar terhadap kedua pesaingnya. "Keduanya, Viki yang meraih medali perak dan Muhammad yang meraih medali perunggu, adalah panutan bagi saya; salah satunya sebagai panutan dalam *bench press*, dan yang lainnya dalam *dead lift*," ujar atlet yang pernah mengalami kehidupan keras di jalanan tersebut.
Pencapaian Andre yang sangat mengesankan membuat kedua seniornya merasa terkesan dan tidak ragu untuk memberikan pujian. Viki menyatakan bahwa kemajuan Andre sangat terlihat, "Sebenarnya angkatannya sudah berkembang pesat dari Pra-PON kemarin. Dari 845 kilogram kini menjadi 868 kilogram. Namun, saat ini, ada pendatang baru yang masih muda, dan angkatannya memang patut diacungi jempol," tuturnya, meski pada PON kali ini Viki hanya berhasil meraih medali perunggu.
ANTARA
Andre Satria Raih Emas PON Kelas 83 Kg, Kalahkan Seniornya
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







