**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, menyatakan bahwa kolaborasi antara Indonesia dan Uni Eropa (EU) berperan penting dalam mewujudkan ambisi Visi Indonesia Emas 2045.
Dalam peluncuran publikasi tentang kerja sama EU-Indonesia yang berlangsung pada Selasa lalu, Suharso mengungkapkan bahwa publikasi tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) yang disusun oleh pemerintah Republik Indonesia.
Suharso menegaskan, "Kami berharap implementasi program kerja sama pembangunan yang terjalin antara EU dan Indonesia bisa selaras dengan dokumen perencanaan nasional kami. Hal ini sangat penting untuk memastikan transformasi yang komprehensif menuju Visi Indonesia Emas 2045."
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa publikasi kerja sama antara kedua pihak tidak hanya menjelaskan program-program yang direncanakan, namun juga menetapkan target-target yang perlu dicapai. RPJMN dan RPJPN merupakan panduan bagi pemerintah dalam membangun berbagai strategi demi mencapai cita-cita nasional, terutama menjelang satu abad kemerdekaan.
Suharso menggarisbawahi pentingnya hubungan yang setara dalam kerjasama ini, di mana Indonesia dan Uni Eropa, yang terdiri dari 27 negara anggotanya, perlu terus berkoordinasi dan berkomunikasi demi kemaslahatan bersama.
"Integrasi berbagai inisiatif dan program kerja sama sangatlah vital, karena hal ini akan membantu mencapai tujuan bersama dan menghasilkan dampak yang lebih bermakna di tengah kompleksitas kepentingan berbagai pemangku kepentingan," ungkapnya.
Dalam pandangannya, hubungan ini akan terus berkembang, terutama di sektor-sektor penting seperti ekonomi berkelanjutan, perdagangan dan investasi, perubahan iklim, serta perlindungan lingkungan hidup.
Suharso juga menekankan keyakinannya bahwa Uni Eropa akan terus memberikan sumbangsih bagi pengembangan Indonesia, melalui saran dan masukan kebijakan yang konstruktif. Hal tersebut telah terbukti pada saat Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF-MSP) yang berlangsung di Bali pada awal bulan September lalu.
ANTARA
Kerja Sama Indonesia dan Uni Eropa Dukung Visi Emas 2045
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







