**Borneonews - Banjarmasin**, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan (PUPR Kalsel) telah mengimplementasikan lima strategi kunci untuk pembangunan infrastruktur, khususnya yang berkaitan dengan jalan dan jembatan di berbagai daerah kabupaten dan kota.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Azan Syaiful Muaz, menjelaskan bahwa strategi ini bertujuan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan. Dengan melakukan pemeliharaan yang tepat, diharapkan infrastruktur dapat mendukung mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi peraturan tentang pemeliharaan jalan dan jembatan yang diadakan di Banjarmasin pada hari Selasa.
Lima strategi yang dimaksud mencakup kajian dan analisis terhadap aset jalan dan jembatan yang mencakup semua ruas jalan provinsi yang tersebar di 13 kabupaten dan kota. Azan menekankan bahwa pengelolaan aset tersebut menjadi salah satu prioritas dalam lingkup bina marga.
Selain itu, terkait dengan harga satuan pekerjaan, Azan mengungkapkan pentingnya pembahasan dalam rapat koordinasi mengenai perbedaan harga yang berlaku di daerah dan secara nasional. Hal ini dianggap perlu agar penentuan harga satuan dapat dilakukan secara akurat dan adil.
Strategi selanjutnya berhubungan dengan *E-katalog*, yang berfungsi untuk memastikan kesamaan pemahaman antara bidang bina marga PUPR Kalsel dengan instansi PUPR di setiap kabupaten dan kota mengenai harga satuan.
Untuk status jalan, saat ini Provinsi Kalimantan Selatan mengelompokkan jalan dalam dua kategori, yaitu jalan provinsi dan jalan strategis provinsi. Oleh karena itu, diperlukan revisi dalam surat keputusan (SK) jalan yang sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga.
Azan juga menyatakan bahwa pemeliharaan jalan dan jembatan harus dilakukan melalui langkah-langkah strategis yang komprehensif. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa seluruh infrastruktur tersebut dapat berfungsi optimal sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Terdapat peluang bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan inovasi teknologi dalam kegiatan pemeliharaan, tidak hanya terpusat pada aspek fisik, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat.
Dedi Hidayat, yang menjabat sebagai Kasi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan pada Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, menambahkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas pemeliharaan jalan dan jembatan, sosialisasi terkait pola pemeliharaan ini akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 September 2024. Kegiatan ini akan dihadiri oleh narasumber berkualitas dari Kementerian PUPR, Unit Kerja Pusbangkom JPW Bandung, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, serta pejabat terkait dari Dinas PUPR Kalsel.
Dedi berharap agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas PUPR dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengelola pemeliharaan jalan dan jembatan di seluruh wilayah Provinsi Kalsel dengan lebih baik.
ANTARA
Strategi PUPR Kalsel untuk Membangun Jalan dan Jembatan Berkelanjutan
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Komentar (0)
Memuat komentar…







