JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, Pelatih tim bulu tangkis dari Jawa Tengah (Jateng), Lukman Hakim, menegaskan bahwa mereka berencana untuk meraih dua medali emas tambahan dalam upaya menjadi juara umum cabang olahraga bulu tangkis pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Pernyataan tersebut disampaikan Lukman saat pertemuan dengan wartawan di Medan. Jateng telah mengirimkan dua wakil pada masing-masing dari empat nomor perorangan, dikecualikan untuk nomor ganda putra, yang akan berlangsung di GOR PBSI Sumut pada Rabu (18/9). Lukman menyebutkan, pencapaian dua medali emas tambahan akan memberikan total empat medali untuk Jateng, mengingat timnya sebelumnya telah meraih dua medali emas dalam nomor beregu putra dan putri. "Kami menaruh target untuk meraih dua emas di kategori perorangan. Jika berhasil, total perolehan medali akan menjadi empat," ungkap Lukman. Ketika ditanya mengenai keputusan untuk tidak mengincar empat emas sekaligus, Lukman menjelaskan bahwa hal tersebut diupayakan agar anak-anak didiknya tidak merasa terbebani berat oleh ekspektasi. Rata-rata usia anggota skuad yang berlaga pada PON 2024 ini berada di rentang 17 hingga 18 tahun. Ia mengungkapkan bahwa mental para atlet tersebut masih dalam tahap perkembangan dan belum sepenuhnya matang. Lukman juga memberikan perhatian khusus pada pertandingan yang berlangsung antara Richie Duta Richardo, atlet unggulan keempat, dengan wakil dari Aceh, Muhammad Rafi Zafran Ferary. Dalam laga tersebut, Richie meraih kemenangan pada gim pertama dengan skor 21-7. Namun, di gim kedua, dia gagal mempertahankan momentum setelah Rafi, yang mendapat dukungan dari banyak penggemarnya, membalikkan keadaan dan memenangkan gim dengan skor 21-12. "Richie tampak sangat terbebani. Mental mereka masih labil dan belum cukup kuat, mengingat mereka semua lahir pada tahun 2006 hingga 2007, yang masih tergolong muda. Sementara lawan-lawannya sudah lebih dewasa," jelas Lukman. Setelah mengalami kebangkitan yang membuatnya kehilangan konsentrasi di gim kedua, Richie akhirnya berhasil menemukan kembali ritme permainannya di gim penentuan. Ia tampil dominan dan tidak memberikan kesempatan sama sekali kepada Rafi, yang sudah kehabisan tenaga, dengan kemenangan telak 21-3. "Lawan memang sudah lelah. Kami menyarankan untuk tetap sabar dan cepat-cepat mengatur tempo permainan. Kekuatan fisik mereka sudah berkurang dan itu membuat mereka kesulitan," tutup Lukman. ANTARA