JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Timur**, Satuan Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Timur tengah menyelidiki kasus pencurian yang terjadi di sebuah toko kue yang berlokasi di Jalan Raya Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung. Insiden tersebut dilaporkan berlangsung pada hari Minggu, 15 September, diduga melibatkan empat orang pelaku. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Armunanto Hutahaean, mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait kasus ini. Mereka sedang memeriksa rekaman dari *CCTV* dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, polisi juga mengevaluasi kendaraan yang digunakan pelaku saat melaksanakan aksi pencurian tersebut. Menurut laporan, kawanan pencuri berhasil menggasak sejumlah barang berharga, termasuk uang tunai yang mencapai ratusan ribu rupiah, mesin pembuat kopi, serta peralatan lainnya dari toko kue tersebut. Korban pencurian telah melaporkan insiden ini kepada Polsek Pulogadung, dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp30 juta. Salah satu karyawan toko, Ihsan (30), menceritakan bahwa para pelaku membawa pergi mesin kopi, grinder kopi, tabung gas *elpiji*, dan beberapa barang lainnya. Ia mengetahui adanya pencurian ketika tiba di toko pada pagi hari, sekitar pukul 07.30 WIB, untuk memulai aktivitasnya. Sesampainya di lokasi, Ihsan sangat terkejut melihat kondisi pintu toko yang rusak, menunjukkan bekas dicongkel secara paksa. Ia melanjutkan kisahnya, "Setelah masuk ke dalam toko, saya melihat ada beberapa barang yang hilang. Kebetulan ada petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi, sehingga langsung melaporkan kejadian ini, dan petugas tersebut segera menghubungi Polsek Pulogadung untuk memberikan informasi terkait pencurian." Berdasarkan rekaman dari kamera *CCTV* yang terpasang di kawasan tersebut, terlihat bahwa pelaku berjumlah empat orang dan menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna silver dengan nomor polisi B 1749 ROT. Selama aksi pencurian, terduga pelaku tampak kompak mengenakan topi dan masker, dan mereka berbagi tugas untuk menyelesaikan pencurian dengan efisien. "Iya, mereka memang terlihat membagi tugas. Ada satu orang yang bertanggung jawab untuk merusak pintu, sementara yang lain mengambil barang-barang. Bahkan, salah satu di antara mereka ada yang berjaga di dalam mobil," kata Ihsan menjelaskan strategi pelaku saat beraksi. ANTARA