JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Gubernur St. Petersburg, Alexander Beglov, mengusulkan kolaborasi untuk membuka jalur penerbangan langsung antara St. Petersburg dan Bali, baik dari arah Rusia maupun Indonesia. Usulan tersebut disampaikan oleh Beglov saat ia menerima kunjungan Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, beserta rombongan, di Kantor Gubernur St. Petersburg, Rusia, pada hari Selasa. Dalam pertemuan tersebut, Beglov menekankan pentingnya membuka konektivitas udara sebagai upaya mempermudah akses wisatawan. Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, yang turut mendampingi Megawati, menjelaskan, "Gubernur menawarkan kerja sama agar penerbangan langsung ini dapat diwujudkan. Maskapai yang beroperasi bisa berasal dari Indonesia atau Rusia." Beglov juga mengakui keindahan pariwisata dan budaya Bali yang telah dikenal di seluruh dunia. Ia menyampaikan bahwa banyak wisatawan dari Rusia yang memilih Bali sebagai destinasi liburan saat musim liburan tiba. "Gubernur Alexander Beglov menyadari daya tarik pariwisata di Bali dan seringkali warga Rusia berkunjung ke sana," ungkap Basarah. Menurut data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali per 19 Februari 2024, tercatat ada 144.104 wisatawan asal Rusia yang melakukan perjalanan langsung ke Bali. Angka tersebut menunjukkan minat yang tinggi terhadap pulau dewata tersebut. Megawati sendiri menyambut baik inisiatif untuk membuka penerbangan langsung antara St. Petersburg dan Bali. Basarah menambahkan bahwa Megawati menginstruksikan kepada Duta Besar RI untuk Rusia, Jose Tavares, untuk melakukan langkah-langkah lebih lanjut terkait dengan usulan penerbangan ini. "Pariwisata memiliki potensi besar untuk mempererat hubungan antarbangsa," jelas Basarah menempatkan pentingnya kolaborasi ini sebagai jembatan komunikasi antar budaya. Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi oleh sejumlah pejabat, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, serta Anggota Fraksi PDIP DPR RI, Herman Herry. Hadir pula dalam pertemuan itu adalah Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Kesowo; Duta Besar Universitas St. Petersburg, Connie Rahakundini Bakrie; dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Jose Tavares, beserta dua rekan dekat Megawati. ANTARA