BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang diselenggarakan di Aceh-Sumut, kenshi putri asal Jawa Timur, Marta Frily, harus menghadapi kenyataan pahit setelah tersisih pada pertandingan perdana dalam nomor randori perorangan kelas 40-45 kg yang berlangsung di GOR KONI Aceh. Kekalahan tersebut mengakhiri harapan Marta untuk melanjutkan ke babak berikutnya. Technical Delegate cabang Shorinji Kempo, Wartoyo, mengungkapkan bahwa Marta menjadi atlet pertama yang gugur dalam kategori tersebut. Ia mengalami dua kali kekalahan berturut-turut, yang membuatnya tidak dapat melanjutkan pertarungan dalam PON kali ini. Menurut Wartoyo, sistem pertandingan yang diterapkan dalam PON XXI ini memberikan kesempatan bagi seluruh peserta untuk bertanding sebanyak dua kali. Apabila dalam dua kesempatan tersebut mereka mengalami kekalahan, maka dinyatakan gugur dari kompetisi. “Dua kali kalah berarti gugur, sehingga mereka yang kalah pada hari ini masih memiliki kesempatan untuk bertanding kembali esok hari,” tuturnya. Pada hari ini, seluruh pertandingan pertama dalam babak penyisihan telah berlangsung, dan para kenshi akan melanjutkan pertarungan pada pertandingan kedua di pagi hari berikutnya. Saat ini, baru satu kenshi putri asal Jawa Timur yang harus menelan kekalahan dua kali, sehingga dinyatakan tidak bisa melanjutkan kompetisi. Wartoyo menambahkan, “Hampir semua kenshi lainnya baru menjalani satu kali pertandingan, karena gugur hanya setelah dua kali kekalahan di babak penyisihan. Saat ini, baru satu kenshi dari Jawa Timur yang gugur.” Sebagai informasi tambahan, PON XXI Aceh-Sumut 2024 memiliki tiga kategori pertandingan dalam cabang olahraga Shorinji Kempo, yaitu embu beregu, randori perorangan, dan embu berpasangan. Keberagaman kategori ini diharapkan dapat memacu semangat dan kompetisi di antara para atlet yang berpartisipasi. ANTARA