SURABAYA –
**Borneonews - Sumenep**, Polres Sumenep bersama Kodim 0827 Sumenep, Jawa Timur, melaksanakan patroli gabungan yang dimulai pada hari Selasa sebagai bagian dari langkah pengamanan untuk Pilkada serentak yang dijadwalkan pada 27 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang pelaksanaan pemilihan umum. Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, menyampaikan bahwa patroli ini merupakan upaya antisipatif dan berfungsi sebagai *cooling system* untuk mendukung ketertiban pada pelaksanaan Pilkada di wilayah Sumenep. Kegiatan tersebut dikoordinasikan melalui apel yang diadakan di Pelabuhan Kalianget. Patroli skala besar ini dimulai dari Kantor Mapolres Sumenep dan melalui beberapa rute penting, termasuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kodim 0827, Pemkab Sumenep, hingga berakhir di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum kembali ke Pelabuhan Kalianget. Di lokasi akhir, petugas melakukan pemeriksaan terhadap identitas penumpang, kendaraan, dan barang bawaan sebagai langkah pencegahan. Selain itu, petugas memberikan sosialisasi kepada penumpang tentang penyelenggaraan Pilkada serentak 2024. Mereka mengingatkan betapa pentingnya peran serta masyarakat dalam menggunakan hak pilih mereka pada saat pemilu. Kapolres mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dalam menciptakan suasana yang kondusif agar pelaksanaan Pilkada mendatang berjalan dengan lancar dan aman. Ia menjelaskan bahwa patroli gabungan ini akan terus dilakukan hingga hari pemungutan suara dan pelantikan calon bupati serta wakil bupati yang terpilih. Beliau juga menambahkan, kegiatan patroli ini merupakan bagian dari berbagai upaya Polres Sumenep bersama Kodim 0827 untuk menjamin keamanan dan ketertiban. Di samping itu, mereka juga melakukan kunjungan kepada tokoh agama yang memiliki pengaruh di daerah tersebut, untuk mengajak mereka berpartisipasi dalam menciptakan Pilkada yang damai. Polda Jatim mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumenep termasuk dalam enam daerah di Jawa Timur yang memiliki potensi kerawanan dalam Pilkada serentak 2024. Lima daerah lainnya meliputi Kabupaten Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Pasuruan, dan Lumajang. Data dari Bawaslu Sumenep menunjukkan bahwa potensi kerawanan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi ini dapat terjadi di 27 kecamatan dan mencakup 330 desa. Indikator kerawanan ini meliputi imbauan dari tokoh masyarakat untuk memilih calon tertentu, potensi bentrokan antarpendukung, serta kemungkinan adanya kampanye bermuatan SARA. Lebih lanjut, ada juga kekhawatiran mengenai pihak penyelenggara pemilu yang tidak netral, intimidasi, dan iklan kampanye yang melanggar jadwal. Ancaman bencana yang sering kali terjadi di wilayah kepulauan Sumenep juga menjadi perhatian. Kapolres menegaskan bahwa data kerawanan dari Bawaslu Sumenep akan menjadi acuan dalam pelaksanaan patroli yang dilakukan. Sesuai petunjuk dari KPU RI, Pilkada serentak 2024 akan dilaksanakan pada 27 November. Di Sumenep, pemungutan suara akan diadakan di 1.967 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 27 kecamatan, baik daratan maupun kepulauan. Sejauh ini, sudah ada dua pasangan calon bupati dan wakil bupati yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum Sumenep. Pasangan pertama adalah Achmad Fauzi Wongsojudo-KH. Imam Hasyim yang dikenal dengan sebutan *Faham*, sementara pasangan kedua adalah Kiai Ali Fikri-KH. Unais Ali Hisyam, yang disingkat sebagai *Final*. Pasangan Fauzi-Imam Hasyim (*Faham*) memperoleh dukungan dari sejumlah partai, termasuk PDIP, PKB, PAN, Demokrat, Nasdem, PKS, Gerindra, Hanura, PBB, dan Golkar. Sementara itu, pasangan Fikri-Unais (*Final*) didukung oleh gabungan partai, yang meliputi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan beberapa partai non-parlemen. ANTARA