**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkirakan kebutuhan waktu sekitar satu bulan untuk menyelesaikan kegiatan konservasi Monumen Pembebasan Irian Barat di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Periode waktu ini ditetapkan mulai 13 September hingga 13 Oktober 2024.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta, Iwan Henry Wardhana, dalam penjelasannya, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini akan melibatkan para ahli dan tenaga teknis yang sudah berpengalaman dalam bidang konservasi, terutama dalam bekerja di ketinggian.
Pekerjaan konservasi ini di bawah pengawasan tim dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang memiliki kompetensi di bidangnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat selama proses konservasi berlangsung.
Proses konservasi monumen terbagi menjadi lima tahap yang sistematis. Tahap pertama mencakup persiapan mobilisasi alat serta akses kerja, termasuk pemasangan alat yang diperlukan di bagian atas cawan hingga ke bagian atas patung itu sendiri.
Tahap kedua adalah pembersihan basah yang menggunakan bahan-bahan seperti *teepol*, *citric acid*, dan *aquadest*. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan karat serta noda-noda yang menempel pada patung.
Selanjutnya, pada tahap ketiga, dilakukan pengambilan sampel air bilasan dari patung untuk diuji di laboratorium. Pengujian ini bertujuan untuk menganalisis material-material yang dapat menyebabkan kerusakan pada patung. Pada tahap keempat, dicakup proses coating yang bertujuan untuk melindungi patung dari kerusakan lebih lanjut, seperti korosi dan karat. Pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembongkaran alat yang telah digunakan. Akhirnya, tahap terakhir fokus pada pembersihan pedestal serta cawan bagian atas.
Monumen Patung Pembebasan Irian Barat adalah salah satu landmark yang cukup terkenal di ibu kota, yang dibangun pada tahun 1962 oleh seniman patung Edhi Sunarso. Sedangkan dudukan patung atau pedestalnya dirancang oleh arsitek Friedrich Silaban.
Patung ini menggambarkan seorang pria yang dengan tangan terentang, melepaskan diri dari belenggu kolonialisme. Iwan mencatat bahwa lebih dari 50 tahun setelah monumen ini berdiri, telah banyak mengalami perubahan dan kerusakan, terutama akibat korosi serta akumulasi debu yang disebabkan oleh polutan, kelembapan, dan variasi cuaca.
Efek dari kondisi tersebut tercermin dalam perubahan warna pada patung, yang terbuat dari material perunggu. Iwan mencatat pentingnya upaya menjaga dan melestarikan monumen tersebut agar tetap terawat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan karya seni budaya, terutama yang memiliki nilai sejarah bagi pengembangan bangsa Indonesia hingga saat ini. Ia juga menjelaskan bahwa dalam usaha pelestarian seni budaya, sangat penting untuk menunjukkan penghormatan dan apresiasi terhadap para pembuat karya tersebut.
Di kesempatan yang sama, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengingatkan agar semua ahli dan tenaga teknis yang terlibat di lapangan tetap menjaga keselamatan dan keamanan selama proses konservasi. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memelihara serta melestarikan monumen-monumen bersejarah yang ada di seluruh wilayah Jakarta.
Heru menekankan bahwa medan kerja bagi para pelaksana konservasi ini cukup sulit, mengingat mereka harus melakukan pemanjatan secara manual. Oleh karena itu, ia mengimbau setiap individu yang terlibat untuk berhati-hati selama pelaksanaan kegiatan tersebut.
ANTARA
Konservasi Monumen Pembebasan Irian Barat Diperlukan Waktu Sebulan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







