BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Pemerintah Kota Banjarbaru yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan telah mengambil langkah maju dengan menambahkan 12 unit kendaraan roda dua untuk mendukung layanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Keliling. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil. Wali Kota Banjarbaru, Muhammad Aditya Mufti Ariffin, dalam keterangannya pada hari Selasa, menyampaikan bahwa penambahan kendaraan tersebut telah disalurkan kepada enam Puskesmas Keliling yang beroperasi di wilayah kota. "Dengan adanya tambahan ini, kami bertujuan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kami, sehingga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk di daerah pelosok," ungkapnya. Tidak hanya itu, Wali Kota juga menambahkan bahwa 10 unit sepeda motor diberikan kepada Dinas Sosial. Kendaraan ini akan digunakan untuk mendukung program unggulan pemerintah kota yang dikenal dengan istilah *home care*. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat yang memerlukan, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Dalam penjelasannya, Aditya menyatakan bahwa kendaraan operasional ini akan memudahkan petugas dalam mendatangi tempat tinggal masyarakat yang membutuhkan layanan. Ini mencakup pemberian layanan kesehatan kepada penyandang disabilitas dan lansia. "Program *home care* bertujuan untuk memberikan bantuan langsung ke rumah, terutama bagi mereka yang tidak bisa mengakses layanan kesehatan secara mandiri," jelasnya. Aditya berharap, dengan tambahan kendaraan yang menunjang layanan *home care*, akan semakin banyak masyarakat yang dapat terlayani sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, program ini juga dikembangkan di bidang pendidikan dengan memberikan bantuan kepada anak-anak dari orang tua yang tergolong lansia atau penyandang disabilitas, seperti menyediakan fasilitas untuk masuk ke pondok pesantren tanpa biaya. Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Juhai Triyanti Agustina, menjelaskan bahwa program *home care* telah berjalan sejak tahun 2021, dan hingga Agustus 2024, program ini telah melakukan sekitar 4.500 kunjungan di 10 Puskesmas. "Rincian kunjungan menunjukkan 1.300 pada tahun 2022, 1.700 pada tahun 2023, dan 1.500 kunjungan sampai Agustus 2024," terangnya. Lebih lanjut, Juhai menambahkan bahwa program ini terus berlanjut dan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan melalui 10 Puskesmas yang berkolaborasi dengan Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, serta instansi terkait lainnya. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan layanan kesehatan bagi masyarakat dapat terus ditingkatkan dan diperluas. ANTARA