JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, Pasangan kakak beradik yang telah meraih medali emas dalam cabang ganda putri tenis meja pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara, Mira Fitria dan Rina Sintya, baru-baru ini berbagi kisah mengenai dinamika hubungan mereka. Mereka mengungkapkan bahwa meskipun terkadang terlibat perselisihan di rumah, keduanya tetap mampu bersikap profesional saat berlaga di lapangan. Mira menyatakan, "Kadang-kadang pasti ada konflik. Meskipun saat latihan ada fase di mana kami marah atau merasa kesal, tetapi kami tetap berusaha menjaga profesionalisme." Esensi profesionalitas ini sangat penting agar performa keduanya tetap terjaga. Keduanya berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan pasangan satu tim mereka, Desi Ramadanti dan Anatasya Fabian, melalui sebuah pertandingan final yang berlangsung di GOR Angsapura, Medan, pada hari Selasa. Diketahui bahwa Mira, yang kini berusia 29 tahun, merupakan kakak dari Rina yang berusia 25 tahun. Mereka telah bersama-sama berlatih tenis meja sejak usia dini, sekitar lima atau enam tahun. Rina mengenang masa-masa tersebut dengan mengatakan, "Kami sudah berlatih dan bermain tenis meja bersama sejak kecil." Namun, meskipun keduanya telah berlatih bersama selama bertahun-tahun, mereka baru secara resmi berpasangan dalam kategori ganda putri pada 2016, saat berkompetisi di PON XIX yang diselenggarakan di Jawa Barat delapan tahun lalu. Sebagai saudara kandung, Mira dan Rina memiliki cara khusus untuk menjaga hubungan baik selama pertandingan. Mira menjelaskan, "Kami selalu saling mengingatkan agar tidak berkonflik saat pertandingan. Hal itu penting agar kami tetap fokus, karena jika kami terlibat pertikaian, itu bisa mengganggu konsentrasi saat bermain." Keduanya sepakat bahwa fokus individu masing-masing pemain sangat memengaruhi alur permainan. Semangat sinergi dan saling melengkapi dibutuhkan agar permainan dapat berjalan dengan baik. Setelah menyelesaikan kompetisi PON XXI, kakak beradik ini berencana untuk menjalankan ibadah umrah secara bersama-sama. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan perhatian serius terhadap pencapaian atlet-atlet berprestasi di PON XXI yang baru saja berlangsung. Bonus telah disiapkan sesuai dengan kategori medali yang diraih. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengungkapkan bahwa atlet yang meraih medali emas perorangan akan mendapatkan bonus sebesar Rp400 juta. Sementara itu, untuk kategori beregu, bonus yang diberikan adalah sebesar Rp300 juta. ANTARA