BANTEN –
**Borneonews - Lebak**, Para petani bambu di Kabupaten Lebak, Banten, berhasil meningkatkan ekonomi keluarga mereka melalui budidaya tanaman bambu yang menguntungkan. Pendapatan rata-rata yang mereka peroleh mencapai Rp500 ribu per rumpun, dengan setiap rumpun terdiri dari 50 batang bambu, dan harga jual per batangnya adalah Rp10 ribu. Sahrul, seorang petani berusia 60 tahun yang tinggal di Kecamatan Sajira, mengungkapkan bahwa dia memiliki 20 rumpun bambu yang mampu menghasilkan total pendapatan sekitar Rp10 juta setiap dua bulan. Hal ini menunjukkan betapa signifikan kontribusi perkebunan bambu terhadap perekonomian keluarga mereka. Bambus menjadi sumber utama pendapatan bagi para petani di Kabupaten Lebak, yang terus mengembangkan usaha ini. Kebun bambu umumnya ditanam di sepanjang aliran sungai atau sumber mata air, mengingat tanaman ini memiliki banyak manfaat bagi pelestarian lingkungan. Sebagai contoh, bambu dapat mencegah terjadinya longsor serta berfungsi dalam penyerapan dan penyimpanan air. Sahrul menambahkan bahwa luas area panen bambu mereka mencapai 2.500 meter persegi, dan hasil panen tersebut dijual kepada penampung yang datang langsung ke lokasi setiap dua bulan sekali. Sementara itu, Saniman, petani berusia 65 tahun dari Kecamatan Cimarga, juga berbagi pengalaman serupa. Dia berhasil menjual 30 rumpun bambu, menghasilkan pendapatan hingga Rp15 juta. Pendapatan yang diperoleh dari perkebunan bambu telah menjadi tumpuan bagi keluarga Saniman, yang terus berusaha untuk mengembangkan usaha ini lebih lanjut. Menurutnya, hasil dari tanaman bambu sangat membantu dalam membiayai kebutuhan sehari-hari. Ujang, seorang penampung bambu, menjelaskan bahwa setiap hari dia membeli bambu dari berbagai petani di Kabupaten Lebak dengan modal awal mencapai Rp10 juta. Dia menegaskan bahwa pasokan bambu dari daerah ini tidak pernah terputus, berkat ketahanan para petani yang dengan konsisten merawat kebun bambu mereka, yang tergolong mudah dalam hal perawatan. Ujang juga mencatat bahwa selama 13 tahun menjalankan usaha penampungan bambu, dia tidak pernah mengalami kekurangan stok untuk disuplai ke wilayah lain seperti Tangerang, Serang, Jakarta, Depok, Bekasi, hingga Cikarang. Dari pihak pemerintah, Deni Iskandar selaku Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak menjelaskan bahwa perkebunan bambu tersebar di 28 kecamatan dalam daerah ini, menjadikannya sebagai salah satu andalan ekonomi bagi petani. Jenis-jenis bambu yang ditanam mayoritas adalah mayan, ulung, apus, serat, bitung, dan tutul, yang semuanya memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam pembangunan rumah dan kerajinan tangan. Selain itu, perlu dicatat bahwa pasokan bambu dari Kabupaten Lebak ke luar daerah mencapai puluhan ribu batang setiap harinya dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan angkutan. Deni Iskandar berharap agar para petani bambu terus berkomitmen dalam mempertahankan usaha ini, sebab hasil yang diperoleh secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian keluarga mereka. ANTARA