**Borneonews - Jakarta**, Direktur Jenderal Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Hilmar Farid, menegaskan pentingnya dedikasi para penggerak budaya dalam membangun rasa cinta masyarakat terhadap kebudayaan. Menurutnya, upaya merawat dan memajukan kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diapresiasi secara serius oleh negara.
Hilmar menyampaikan bahwa dedikasi yang ditunjukkan oleh penggerak budaya harus mendapatkan pengakuan melalui pemberian penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI). Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak individu dan kelompok untuk turut serta dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa.
Lebih lanjut, Hilmar menjelaskan bahwa penggerak budaya memainkan peran vital dalam menumbuhkan kesadaran untuk menjaga keberagaman kebudayaan di tengah masyarakat. Mereka adalah teladan nyata dalam mengimplementasikan serta memperjuangkan pemajuan budaya sesuai dengan amanat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017.
"Penggerak budaya berperan penting dalam mempertahankan nilai-nilai dan makna dari warisan budaya Indonesia agar tetap relevan dan terjaga," ujar Hilmar. Ia juga menekankan bahwa kreativitas serta semangat yang dimiliki oleh para penggerak budaya mencerminkan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia yang bisa dinikmati oleh setiap generasi.
Dalam konteks pemajuan kebudayaan, diperlukan optimasi sumber daya dan inovasi yang akan diterima masyarakat. Upaya ini sangat terlihat dalam kerja keras para penggerak budaya yang terus berupaya menghidupkan budaya di tengah perkembangan zaman.
Pada acara AKI 2024, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menetapkan kriteria penerima penghargaan. Terdapat dua jenis penghargaan, yaitu Tanda Kehormatan dari Presiden Republik Indonesia, yang mencakup Bintang Budaya Parama Dharma dan Satyalancana Kebudayaan, serta penghargaan kebudayaan dari Mendikbudristek yang terdiri atas beberapa kategori.
Kategori maestro seni tradisi pada AKI 2024 mencakup Temu Misti (Seniman Tari Gandrung Banyuwangi), Kartolo (Seniman Ludruk), Rusini (Penyusun dan Penari Tradisi), Tatang Setiadi (Seniman Tradisi), dan Baiya (Pedendang Nyanyian Sastra Lisan Panjang).
Di sisi lain, penghargaan untuk kategori Pelestari diberikan kepada Siami (Penenun Wastra Using), Komunitas Pelestari Sejarah Budaya Kadhiri PASAK, Endo Suanda (Etnomusikologi dan Peneliti), Senari (Penyalin Kitab Lontar Yusuf), serta Sardjono (Karawitan dan Pedhalangan).
Kategori Pelopor dan/atau Pembaru mencakup nama-nama seperti Ainar Tri Asita (Koreografer Tari), Laura Tias Avionita Sinaga (Penari dan Koreografer Disabilitas), Lisabona Rahman (Pengarsipan Film), Mulyani (Seni Tari), dan Papermoon Puppet Theatre (Teater Boneka).
Kemudian, untuk kategori Lembaga dan Perorangan Asing, terdapat Andrew Timar (Seniman dan Komposer asal Kanada), Marianna Zofia Lis (Peneliti wayang dan teater Indonesia asal Polandia), dan Boi Akih (Musisi asal Belanda). Selain itu, penghargaan kategori Media diraih oleh Tatkala.co dan Kediripedia.com.
Terakhir, dalam kategori Anak, penerima penghargaan mencakup Zakia Minang Ayu (Sastra), Nurul Khaerul Nisa (Karawitan dan Tari Sunda), serta Daneswara Satya Swandaru (Seni Pedalangan Wayang Kulit dan Wayang Golek). Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat semakin memotivasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya.
ANTARA
Dedikasi Penggerak Budaya, Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Imam/Fairuz Tempati Peringkat Keempat AVC Suma Open 2026
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Menyusul Moto2 dan Moto3
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Komentar (0)
Memuat komentar…







