BORNEONEWS, Sukamara – Nelayan pesisir di Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, lebih memilih memperbaiki kapal dan peralatan tangkap saat tidak bisa melaut akibat cuaca buruk. Saat cuaca sudah mendukung, kapal dan alat tangkap telah siap digunakan.
Ahar, seorang nelayan di Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Pantai Lunci mengatakan, karena kapal dan alat tangkap terlalu sering digunakan melaut saat cuaca baik, maka saat cuaca buruk seperti ini memang waktu tepat untuk memperbaikinya.
“Selama tidak bisa berlayar karena cuaca buruk saya memeriksa serta memperbaiki kerusakan pada kapal seperti mesin kapal, mengecat kapal atau memeriksa keadaan alat tangkap ikan,” kata Ahar, Senin (01/08).
Ia mengatakan, cuaca buruk di perairan daerah itu ditandai dengan angin kencang disertai tingginya gelombang sehingga dapat membahayakan keselamatan jiwa, itu sebanya nelayan di Desa Sei Tabuk lebih banyak beralih profesi sementara sembari menunggu keadaan cuaca kembali mendukung.
“Karena kita tidak melaut dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita cari pekerjaan sampingan saja seperti berkebun,” ujarnya.
Meski cuaca saat ini buruk, namun masih ada beberapa nelayan yang tetap nekat melaut karena cuaca seperti ini membuat nelayan mudah menangkap udang dan juga rajungan.
“Meskipun cuaca buruk, namun nelayan masih dapat menangkap rajungan dan juga undang,” ucap Ahar.
Menurutnya, ketinggian gelombang itu akibat angin kencang sehingga sulit untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal, terutama untuk menagkap ikan.
“Jika dipaksakan melaut paling hasil tangkapan sedikit dan yang ada kita rugi karena hasil jual ikan tidak sebanding dengan biaya selama melaut,” terangnya. (NORHASANAH/m)








