GORONTALO –
**Borneonews - Kota Gorontalo**, Sebanyak 154 siswa di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, turut serta dalam sosialisasi mengenai gempa bumi dan tsunami yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung sebagai bagian dari program *Goes To School* BMKG tahun 2024 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang bencana alam di kalangan pelajar. Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, menjelaskan bahwa sosialisasi ini tidak hanya mencakup penjelasan mengenai gempa bumi dan tsunami, tetapi juga menyertakan simulasi evakuasi mandiri. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami lebih dalam terkait penyebab dan dampak dari kedua bencana alam tersebut. Dalam sesi ini, para siswa diajari langkah-langkah evakuasi yang perlu dilakukan secara mandiri ketika terjadi gempa bumi. Menurut Andri, hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta telah mendapatkan pemahaman yang memadai tentang pentingnya mitigasi bencana. Respons positif dan keterlibatan aktif dari para siswa menjadi indikator keberhasilan dari kegiatan tersebut. BMKG berharap kegiatan *Goes To School* ini dapat memperkuat kesiapsiagaan tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami. Andri menambahkan bahwa melalui edukasi dan pelatihan yang sudah dilakukan, siswa diharapkan akan lebih siap ketika menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang. Stasiun Geofisika Gorontalo berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ancaman bencana alam, dengan fokus pada generasi muda. Hal ini bertujuan agar mereka siap dan tanggap terhadap berbagai bencana yang mungkin terjadi di sekitar mereka di masa depan. ANTARA