**Borneonews - Banda Aceh**, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Soft Tennis Indonesia (Pesti) telah secara resmi meluncurkan sekolah soft tenis yang pertama di Indonesia. Acara peluncuran ini berlangsung di Banda Aceh dan menjadi bagian dari Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) untuk kategori beregu putra dan putri pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada malam hari di Lapangan Soft Tenis Mapolda Aceh.
Dalam acara peluncuran, Ketua Umum PP Pesti, Brigjen Pol. Awal Chaeruddin, memberikan raket secara simbolis kepada Pengurus Provinsi Pesti Aceh, sebagai tanda dimulainya program baru ini. Ia mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mencari dan mengembangkan bibit atlet yang memiliki minat dan bakat dalam olahraga soft tenis.
Awal Chaeruddin menekankan bahwa melalui sekolah ini, para calon atlet akan mendapatkan pendidikan tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga mengenai teori dan teknik permainan yang tepat. Dengan diluncurkannya program ini, ia optimis bahwa Aceh dapat melahirkan banyak talenta muda yang mampu berprestasi di tingkat profesional.
"Pengurus di seluruh provinsi disarankan untuk melakukan hal serupa. Kami akan berkolaborasi agar cabang olahraga ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas," tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Pengprov Pesti Aceh, Heri Laksana, menjelaskan bahwa program ini akan menyasar anak-anak muda, terutama yang berusia di tingkat SMP dan SMA. Ia mengungkapkan rencana untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah guna menemukan potensi atlet baru yang bisa dilatih menjadi pemain soft tenis yang kompeten.
Kurikulum yang akan diterapkan pada tahap awal pelatihan berfokus pada pengenalan tentang *soft tennis* dan pengajaran teknik dasar dari olahraga ini. "Apabila mereka menunjukkan keseriusan dan potensi, kami akan melatih mereka lebih lanjut untuk mencapai prestasi," tambahnya.
Saat ini, program ini masih dalam tahap uji coba karena terdapat kendala terkait keterbatasan peralatan. Sebagian besar alat seperti raket dan bola untuk *soft tennis* tidak tersedia secara umum di Indonesia dan harus diimpor, berbeda dengan peralatan untuk tenis konvensional.
Menanggapi masalah ini, Ketua Umum PP Pesti, Awal Chaeruddin, berjanji akan memberikan dukungan dalam penyediaan peralatan. Dengan adanya bantuan tersebut, Heri Laksana berharap bahwa sekolah soft tenis tersebut dapat mulai beroperasi secara resmi pada tahun berikutnya.
"Kami sangat bersemangat untuk mengembangkan sekolah soft tenis ini dan berharap dapat meningkatkan partisipasi dalam olahraga ini," tutupnya.
ANTARA
Peluncuran Sekolah Soft Tenis Pertama di Indonesia di Banda Aceh
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Hangtuah Kalahkan Satya Wacana 62-58 di IBL All Indonesian
Tim Boccia Indonesia Bertekad Jaga Performa hingga Paralimpiade
Bupati Kotim Prihatin Kebun Warga Terbakar dan Terancam Kehilangan Penghasilan
Kim Jong-un Kunjungi China Jelang Peringatan Perang Korea
Komentar (0)
Memuat komentar…






