JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Perhelatan *Indonesia Internasional Modest Fashion Festival* (IN2MF) yang berlangsung di Paris 2024 berhasil menampilkan keindahan wastra Indonesia di pentas global. Event ini diselenggarakan dengan kolaborasi antara Bank Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Indonesia Fashion Chamber (IFC), serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Prancis. IN2MF mengusung konsep fesyen yang berkelanjutan dan santun, serta siap bersaing dengan para pelaku industri global. Dalam acara tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, menekankan bahwa fesyen dengan unsur kesopanan lebih dari sekadar tren; ini adalah sebuah gerakan global yang mencerminkan keanggunan, martabat, dan kebanggaan budaya yang sejalan dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Juda juga menambahkan bahwa kontribusi sektor *modest fashion* dalam mendukung perkembangan ekonomi syariah perlu diperkuat agar dapat merambah pasar internasional. Ini mencerminkan pencapaian Indonesia yang saat ini menduduki posisi ketiga dalam industri *modest fashion* menurut laporan *State of the Global Islamic Economy 2023*. Melihat ke depan, Bank Indonesia bersama mitra-mitranya berkomitmen untuk mendukung IN2MF dalam menjangkau pasar global, sekaligus meningkatkan promosi wastra nusantara melalui pengembangan inovasi dan kreativitas yang memenuhi standar internasional. Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, juga menegaskan komitmennya untuk mendorong perkembangan ekonomi syariah. Ini dilakukan melalui promosi industri *modest fashion* Indonesia di panggung internasional, terutama di kota Paris. Langkah ini diharapkan dapat mengukuhkan Indonesia sebagai pusat rujukan global dalam dunia *modest fashion* dan merangsang peningkatan ekspor produk Indonesia. Prancis dikenal sebagai pusat mode dunia, di mana industri mode di negara ini menyumbang 30 persen pangsa pasar global dengan nilai omzet mencapai 154 miliar Euro dan menciptakan sekitar satu juta lapangan pekerjaan. Hal ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memasuki pasar tersebut, khususnya dalam mempromosikan peningkatan ekspor produk *modest fashion* yang berbasis pada wastra. Pada acara tersebut, juga diumumkan terjalinnya kerja sama antara Dewan IKRA dan Printemps Paris. Perjanjian ini bertujuan untuk meningkatkan promosi produk *modest fashion* Indonesia di pasar global, dengan memperkuat eksposur produk-produk yang dibina oleh IKRA di pusat perbelanjaan Printemps yang terletak di Paris. Dalam konteks perdagangan internasional, Bank Indonesia mencatat bahwa nilai ekspor komoditas *modest fashion* selama Januari hingga Juli 2024 mencapai angka 632,76 juta dolar Amerika atau setara dengan Rp9,7 triliun, dengan pertumbuhan tahunan yang mencapai 3,38 persen. IN2MF Paris merupakan salah satu langkah menuju puncak penyelenggaraan festival di Jakarta pada 30 Oktober hingga 3 November 2024, bersamaan dengan perayaan *Indonesia Sharia Economic Festival* (ISEF) yang ke-11. Tahun ini, IN2MF telah dilaksanakan di beberapa kota besar di dunia, seperti Kuala Lumpur, Dubai, dan Istanbul. Acara di Paris juga menghadirkan karya beberapa desainer terkenal Indonesia, antara lain Itang Yunaz, Wignyo, dan Dian Pelangi. Gelaran prestisius ini, yang diluncurkan sejak Oktober 2022, ditargetkan untuk menjadi rujukan utama bagi industri *modest fashion* di seluruh dunia, sekaligus mendorong Indonesia sebagai pemain kunci di pasar global. ANTARA