**Borneonews - Jakarta**, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan akan mengalami pergerakan yang variatif pada Rabu ini. Hal ini terjadi di tengah sikap *wait and see* para pelaku pasar yang menanti keputusan kebijakan dari The Federal Reserve (The Fed).
Diawal perdagangan, IHSG mencatat penguatan dengan tambahan 29,72 poin atau setara dengan 0,38 persen, sehingga berada pada level 7.861,50. Sementara itu, Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan, mencetak tambahan 4,15 poin atau 0,42 persen, mencapai posisi 971,06.
Menurut Ratih Mustikoningsih, seorang analis dari Ajaib Sekuritas, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam pola *mixed* sepanjang hari ini, dengan rentang pergerakan antara 7.770 hingga 7.850.
Dari sisi data ekonomi domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada bulan Agustus 2024 mengalami surplus sebesar 2,90 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,50 miliar dolar AS.
Surplus ini didorong oleh sektor non-migas, dengan kinerja yang baik pada komoditas seperti minyak sawit mentah (CPO), bijih logam, produk manufaktur, dan perlengkapan elektronik. Peningkatan ekspor ini sebagian besar ditujukan ke negara-negara seperti China, Amerika Serikat, dan India.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) juga akan mengumumkan keputusan mengenai suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada hari yang sama.
Dari pentas ekonomi global, bursa saham Amerika Serikat yang terkenal dengan Wall Street menunjukkan pergerakan yang terbatas, mencerminkan sikap *wait and see* para investor menjelang keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan malam ini.
Kepala pasar memprediksi adanya potensi pemangkasan suku bunga di kisaran 25 hingga 50 basis poin.
Di sisi lain, Jepang melaporkan bahwa negara tersebut mengalami defisit neraca dagang pada Agustus 2024, yang mencapai 695,3 miliar Yuan. Ini merupakan kenaikan defisit dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 628,7 miliar Yuan.
Di pasar saham Asia lainnya, indeks Nikkei di Jepang mencatat penguatan sebesar 238,40 poin atau 0,66 persen menuju level 36.441,60. Indeks Shanghai juga mengalami peningkatan, walaupun minimal, sebesar 0,92 poin atau 0,03 persen ke angka 2.705,02. Sebaliknya, indeks Strait Times mengalami penurunan dengan kehilangan 6,16 poin atau 0,17 persen, berakhir pada posisi 3.587,25.
Sementara itu, pasar saham di Hong Kong mencatatkan libur karena peringatan hari libur nasional.
ANTARA
Pergerakan IHSG Variatif Menyikapi Kebijakan The Fed dan Data Perdagangan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kelezatan Soto Ayam Diperkenalkan dan Jadi Menu Restoran Indonesia di Guangzhou
Amnesty Dorong Indonesia Maksimalkan Peran di PBB untuk Palestina
Jaringan Perompak Kapal Diringkus Polisi, Kerugian Korban Capai Ratusan Juta
Polda Kalteng Utamakan ETLE dan Tilang Teguran pada Operasi Patuh Telabang 2026
Seorang Anak 12 Tahun Diduga jadi Pelaku Pembakaran di Banjarmasin
Warga dan Satgas Bina Marga Bersihkan Drainase Jalan P Antasari Pangkalan Bun
Komentar (0)
Memuat komentar…







