BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berkomitmen mengembangkan potensi wisata budaya dan religi, terutama di Kecamatan Arut Utara (Aruta) dan Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam).
Selama ini masyarakat lebih mengenal kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dan kawasan Pantai Kubu. Padahal, Kabupaten Kobar masih memiliki banyak potensi wisata lain.
Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten kobar (Disbudpar) Gusti Imansyah mengatakan, pihaknya akan terus menggali sejumlah potensi wisata yang dimiliki kabupaten berjuluk Marunting Batu aji itu. Terutama yang ada di Kecamatan Aruta dan Kecamatan Kolam.
Potensi yang bisa dikembangkan dan menarik wisatawan, Sebut Imansyah, yakni kehidupan suku Dayak asli dan kawasan peninggalan kesultanan Kutaringin. Wisata religi dan budaya dari dua wilayah tersebut mmeiliki potensi besar.
"Menurut penelitian ekologi bahwa di Kobar itu terdapat benda-benda yang berusia ratusan tahun, bahkan sebelum adanya masa prasejarah," ujar Imansyah. Selasa (2/8/2016).
Ia menambahkan promosi akan terus dilakukan, destinasi wisata tidak hanya ada di TNTP dan Pantai Kubu, ada destinasi wisata yang lain di Kobar yang bagus juga untuk dikunjungi. Pihaknya juga akan merangkul sejumlah agen wisata di Kobar.
"Untuk destinasi budaya baru tetap untuk menjadi penentu adalah para agen, tergantung dari agen pariwisata yang mengarahkan wisatawannya," kata Imansyah.
Ia mengungkapkan, target wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Kobar saja dalam setahun yaitu sebanyak 15 ribu orang dan untuk wisatawan lokal 6.000-7.000 orang. Dari target tersebut, menurutnya, dengan membangun pariwisata berarti membangun ekonomi kerakyatan, Karena pariwisata itu memberi dampak ekonomi cukup signifikan terhadap pendapatan masyarakat.
"Pendapatan masyarakat bisa dilihat dari sektor transportasinya, perhotelannya, pelaku usaha kecil pun dapat merasakan dengan adanya pengembangan pariwisata ini," tandasnya. (FAHRUDDIN/m)








